Penanggulangan Tuberkulosis di Lingkungan Kerja Tjiwi Kimia, Begini Hasil Riset Universitas Indonesia

Seminar dihadiri pekerja Tjiwi Kimia dan Public Affair & License Manager Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., sebagai penguji dari pihak perusahaan. (Foto: Humas Tjiwi Kimia)
Seminar dihadiri pekerja Tjiwi Kimia dan Public Affair & License Manager Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., sebagai penguji dari pihak perusahaan. (Foto: Humas Tjiwi Kimia)

Sidoarjo | EGINDO.com – Penanggulangan Tuberkulosis di lingkungan kerja Tjiwi Kimia, begini hasil riset Universitas Indonesia (UI). Program penanggulangan tuberculosis (TB) di lingkungan kerja PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, terbukti berjalan efektif.

Hal itu terungkap pada temuan yang dipaparkan dalam seminar terbuka hasil kolaborasi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dengan Universitas Indonesia (UI), pada Senin (13/7/2026) lalu dimana seminar tersebut merupakan bagian dari penelitian tesis dokter perusahaan Tjiwi Kimia, dr. Astri Paramarthaputri, mahasiswa Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Disebutkan selain mampu melindungi kesehatan pekerja, program tersebut juga berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan. Kegiatan itu turut dihadiri para pekerja Tjiwi Kimia serta Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., yang bertindak sebagai penguji dari pihak perusahaan.

Dalam seminar bertajuk “Bersama Kita Cegah TB di Tempat Kerja” dr. Astri menjelaskan bahwa evaluasi terhadap Program Penanggulangan TB yang diterapkan Tjiwi Kimia sejak 2023, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja, menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Seminar terbuka hasil kolaborasi Pabrik Kertas Tjiwi Kimia dengan Universitas Indonesia bertajuk Bersama Kita Cegah TB di Tempat Kerja. (Foto: Humas Tjiwi Kimia)

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, tetapi juga mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

“Dalam survei yang dilakukan, sebanyak 90,4 persen responden menilai implementasi program berjalan efektif. Sementara 87,5 persen pekerja mengetahui adanya program penanggulangan TB di perusahaan dan 88,6 persen memahami pentingnya deteksi dini penyakit tersebut,” ujar dr. Astri Paramarthaputri.

Dijelaskannya evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan perusahaan, edukasi pekerja, skrining kesehatan, investigasi kontak, hingga pengukuran dampak program terhadap produktivitas perusahaan.

Hasil evaluasi menunjukkan seluruh pekerja yang terdiagnosis TB berhasil mendapatkan pengobatan sesuai standar. Selain itu, seluruh responden menilai perusahaan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan pekerja, sedangkan 90,2 persen memberikan penilaian positif terhadap kebersihan lingkungan kerja setelah program diterapkan.

Keberhasilan tersebut juga mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Penghargaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas implementasi program yang dinilai efektif.

Katanya dengan lingkungan kerja yang sehat, angka ketidakhadiran pekerja akibat sakit dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan risiko penularan penyakit di lingkungan kerja dapat diminimalkan.

Melalui program tersebut, lanjut dr Astri, perusahaan berharap kesadaran seluruh pekerja terhadap bahaya TB terus meningkat sehingga upaya deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan dapat berjalan semakin optimal.

Ditegaskannya pengendalian TB di tempat kerja bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus melindungi kesehatan pekerja. Bersama kita bisa cegah TB, karena TB dapat disembuhkan.@

Rel/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top