Jakarta|EGINDO.co PT Pos Indonesia (Persero) resmi menunjuk Prasabri Pesti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama untuk melanjutkan kepemimpinan perusahaan setelah Daud Joseph mengundurkan diri dari jabatannya. Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026), yang menyebutkan bahwa penunjukan Prasabri berlaku efektif sejak 30 Juni 2026.
Prasabri saat ini masih menjalankan tugas sebagai Direktur Transformasi dan Teknologi Informasi Pos Indonesia. Penunjukannya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program transformasi sekaligus memperkuat kinerja perusahaan di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung.
Sebelum bergabung dengan Pos Indonesia, Prasabri dikenal memiliki rekam jejak panjang di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Ia pernah memimpin pengembangan berbagai ekosistem digital, termasuk platform Pijar Mahir yang mendukung Program Kartu Prakerja, serta Pijar Sekolah, Pijar Belajar, dan Pijar Kampus. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Executive Vice President, Executive General Manager Telkom Regional II, hingga dipercaya menjadi Direktur Utama PT PINS Indonesia.
Sementara itu, pengunduran diri Daud Joseph terjadi setelah ia memimpin perusahaan selama kurang lebih tiga bulan. Menurut Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, selama masa jabatannya Daud ditugaskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi Pos Indonesia.
Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan langkah pembenahan yang lebih mendasar untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Danantara juga mengungkapkan adanya indikasi penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini tengah diproses melalui audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Pihak Danantara menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses penanganan temuan tersebut secara profesional, transparan, serta mengedepankan prinsip good corporate governance (GCG). Seluruh hasil pemeriksaan nantinya akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Pergantian pucuk pimpinan ini terjadi di tengah langkah strategis Pos Indonesia yang tengah dipersiapkan sebagai induk holding logistik nasional. Berdasarkan roadmap pemerintah, perusahaan dijadwalkan menerima pengalihan kepemilikan penuh holding logistik pada 2027 setelah melalui masa transisi dan konsolidasi sejumlah badan usaha logistik milik negara.
Sejumlah pengamat menilai pergantian kepemimpinan menjadi momentum penting bagi Pos Indonesia untuk mempercepat transformasi bisnis di sektor logistik yang semakin kompetitif. Bisnis Indonesia sebelumnya melaporkan bahwa restrukturisasi perusahaan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing BUMN logistik nasional. Sementara itu, Antara juga menyoroti pentingnya tata kelola yang transparan sebagai fondasi dalam mendukung agenda transformasi dan peningkatan layanan kepada masyarakat.
Dengan pengalaman panjang di bidang transformasi digital dan pengelolaan bisnis, Prasabri Pesti diharapkan mampu mengawal proses pembenahan internal sekaligus mempercepat langkah Pos Indonesia menuju perusahaan logistik nasional yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing. (Sn)