Jakarta | EGINDO.com – Pengembang rem proyek Apartemen baru di Jakarta. Pasalnya pasar properti lesu. Konsultan properti Colliers Indonesia mengungkapkan bahwa penjualan apartemen masih menghadapi tantangan seiring dengan kondisi pasar yang belum pulih. Kondisi ini membuat para pengembang cenderung menahan diri untuk meluncurkan proyek-proyek baru.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto kepada wartawan kemarin mengatakan bahwa hal itu tercermin dari adanya pergeseran tren dari fase ekspansi yang agresif menuju fase optimalisasi inventaris (inventory optimization).
Katanya pasar tidak lagi dalam fase ekspansi yang agresif, tapi mulai memasuki fase inventory optimization. Artinya, developer saat ini memilih jual unit yang sudah selesai dibangun dibanding meluncurkan proyek baru. Menurut Ferry minimnya peluncuran proyek utamanya karena didorong oleh kondisi makroekonomi.
Kemudian perilaku konsumen atau pembeli segmen hunian vertikal ini juga terpantau semakin selektif dan berhati-hati dalam memutuskan pembelian. Dijelaskannya pertumbuhan pasokan baru atau suplai yang terbatas justru akan mendorong tingkat take up yang lebih cepat. Selain itu, pergeseran profil pembeli dari dominasi investor ke end user juga akan membuat pasar menjadi jauh lebih ideal.
Dipaparkannya berdasarkan catatan Colliers, total stok apartemen di Jakarta saat ini berada di kisaran 232.000 unit, dengan tambahan pasokan hingga tahun 2029 hanya berkisar 2.500 unit. Secara spasial, mayoritas proyek baru yang berjalan saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Jakarta Selatan lantaran kawasan tersebut dinilai memiliki daya beli dan permintaan yang relatif kuat.
Untuk itu menurutnya peta persaingan industri diperkirakan berubah dari adu masifnya pembangunan menjadi adu ketepatan produk yang sesuai dengan kebutuhan riil pasar. Selama semester pertama tahun ini tidak ada proyek yang selesai dibangun meskipun ada tiga tower baru yang sudah mulai dipasarkan dan dua proyek lainnya yang justru ditunda.@
Bs/fd/timEGINDO.com