Kemenbud Buka Pendanaan Film Kepahlawanan 2026, Dorong Lahirnya Karya Sejarah Berkualitas

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Kebudayaan membuka kesempatan bagi para sineas Indonesia untuk mengembangkan film bertema sejarah dan kepahlawanan melalui Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem perfilman nasional sekaligus menumbuhkan kembali minat masyarakat terhadap kisah perjuangan bangsa yang dikemas dalam bahasa sinema modern.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan dukungan tersebut diberikan dalam bentuk pendanaan dan pendampingan agar semakin banyak karya yang mengangkat nilai patriotisme, nasionalisme, serta perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, film bertema kepahlawanan memiliki peran penting sebagai media edukasi, namun hingga kini jumlah produksinya masih jauh lebih sedikit dibandingkan genre komersial seperti drama, aksi, maupun horor.

Program ini mengusung tema “Menyulam Ingatan, Merawat Kebangsaan: Menghidupkan Peristiwa Sejarah 1945–1950 dalam Sinema Kontemporer”. Melalui mekanisme sayembara, peserta dapat mengajukan proposal untuk kategori film panjang maupun film pendek yang mengangkat berbagai tokoh, peristiwa, dan dinamika sosial pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

Untuk kategori film pendek, sejumlah peristiwa bersejarah telah ditetapkan sebagai inspirasi utama, di antaranya Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan, Pertempuran Surabaya 10 November, Agresi Militer Belanda, Gerilya Jenderal Soedirman, Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), hingga perjuangan diplomasi dan ekonomi pada masa awal berdirinya Republik Indonesia.

Selain bantuan pembiayaan, peserta yang lolos seleksi juga akan memperoleh pendampingan mulai dari penyempurnaan naskah, konsultasi bersama sejarawan dan budayawan, hingga proses produksi yang melibatkan para profesional di industri film. Informasi mengenai besaran pendanaan akan diumumkan secara terbuka melalui laman resmi Kementerian Kebudayaan sesuai kategori produksi.

Pendaftaran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan 2026 dibuka hingga 10 Agustus 2026. Setelah proses seleksi, naskah terpilih akan memasuki tahap pengembangan pada Agustus–September 2026 sebelum dilanjutkan ke tahap produksi pada akhir tahun. Pemerintah menargetkan lahirnya sekitar 10 film panjang dan 20 film pendek melalui program tersebut.

Sejumlah pengamat menilai langkah ini dapat menjadi momentum untuk memperkaya khazanah perfilman Indonesia dengan karya-karya yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga memperkuat literasi sejarah di tengah masyarakat. Sejalan dengan itu, sejumlah media nasional seperti Kompas dan ANTARA juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan insan perfilman guna menghadirkan film sejarah yang relevan bagi generasi muda sekaligus mampu meningkatkan apresiasi terhadap perjalanan bangsa. (Sn)

Scroll to Top