Tersambung Sambungan Terakhir KRL Velodrome-Manggarai dan Kemacetan Lalu Lintas

Penyambungan girder terakhir berhasil dilakukan di atas area Double-Double Track yang menjadi titik paling kritis dalam konstruksi. (Foto: Paulus Tamie)
Penyambungan girder terakhir berhasil dilakukan di atas area Double-Double Track yang menjadi titik paling kritis dalam konstruksi. (Foto: Paulus Tamie)

Jakarta | EGINDO.Com – Tersambung sambungan terakhir Kereta Rel Listrik (KRL) Velodrome-Manggarai dan kemacetan lalu lintas di lokasi pengerjaan penyambungan KRL. Pantauan EGINDO.com pada Kamis (9/7/2026) petang, kemacetan lalu lintas di lokasi area penyambungan KRL tidak terelakkan membuat pengguna jalan harus rela bermacet ria.

Penyambungan terakhir pemasangan girder terakhir telah berhasil dilakukan di atas area Double-Double Track (DDT) Manggarai yang menjadi titik paling kritis dalam konstruksi dan integrasi transportasi proyek itu akan mempermudah transit penumpang, menghubungkan area Kelapa Gading hingga Rawamangun langsung ke kawasan sibuk Stasiun Manggarai.

Tersambung sambungan terakhir Kereta Rel Listrik Velodrome-Manggarai dan kemacetan lalu lintas di lokasi pengerjaan. (Foto: Paulus Tamie)

Hal pengamatan EGINDO.com di lokasi dimana proyek yang melintas di area Stasiun Manggarai merupakan perpanjangan jalur LRT Jakarta fase 1B rute Velodrome-Manggarai dan terlihat telah tersambung 100 persen.

Pengamat pelayanan angkutan publik, Teddy Witarta di Jakarta yang dihubungi EGINDO.com pada Kamis (9/7/2026) via seluler menilai dengan tersambungnya sambungan terakhir Kereta Rel Listrik (KRL) Velodrome-Manggarai akan tercipta Integrasi Transportasi Terpadu di Jakarta.

Stasiun Manggarai akan berfungsi penuh sebagai pusat simpul transportasi atau hubungan maka penumpang dari arah Jakarta Timur atau dari Rawamangun dan sekitarnya dapat dengan mudah berganti moda ke KRL Commuter Line, ke Kereta Bandara, atau kepada layanan Transjakarta,” kata Teddy Witarta menegaskan.

Ditambahkannya, selanjutnya harus dilakukan pengembangan yakni jalur yang sudah ada sekarang harusnya diperpanjang hingga menembus Stasiun LRT Dukuh Atas sehingga akan tercipta Integrasi Transportasi Terpadu di Jakarta yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan.@

 PT/FD/timEGINDO.com

Scroll to Top