PT Sinar Sinar Mas Agro Jual Pabrik Kelapa Sawit Rp 67,6 Miliar, Lokasi di Kepulauan Bangka Belitung

sawit
Benih DxP Dami Mas MTK mendukung hasil panen tahan perubahan iklim. (Foto: dok Smart)

Jakarta | EGINDO.com – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menjual pabrik kelapa sawit senilai Rp 67,6 milar, berlokasi di Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi yang dikutip EGINDO.com pada Senin (6/7/2026) dimana SMAR melepas pabrik kelapa sawit milik anak usaha, PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia (LWI), kepada PT Bumipermai Lestari (BPL).

Selanjutnya pabrik tersebut disebutkan berlokasi di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pelepasan itu juga beserta bangunan, infrastruktur, mesin dan peralatan kantor, laboratorium dan bengkel, kendaraan, alat berat, hingga persediaan.

Disebutkan saat ini, pabrik tersebut beroperasi dengan tingkat pasokan buah sawit dari kebun milik LWI sendiri yang relatif rendah, yaitu kurang dari 20% dari total buah sawit yang diolah. Untuk mengoptimalkan utilisasi pabrik, LWI menerima titip olah buah sawit dari kebun milik BPL, pihak terafiliasi, yang berlokasi dekat dengan pabrik, dan juga membeli pasokan buah sawit pihak ketiga di sekitar pabrik.

Manajemen menilai bahwa kepemilikan dan pengoperasian pabrik kurang memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi LWI. “Oleh karena itu, manajemen LWI memutuskan untuk mendivestasi pabrik tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam optimalisasi portofolio aset,” tulis dalam keterbukaan informasi itu.

Divestasi tersebut akan menghasilkan tambahan arus kas saat ini. Harapannya, aksi ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham LWI, yaitu SMAR. Manajemen SMAR bilang, BPL merupakan pihak terafiliasi yang menjalankan kegiatan usaha yang mencakup perkebunan kelapa sawit, fasilitas pengolahan, dan fasilitas pendukung lainnya yang berlokasi di Provinsi Bangka Belitung, dan berlokasi dekat dengan Pabrik milik LWI.

Selama ini pabrik telah mengolah buah sawit milik BPL dengan kontribusi sekitar 40% dari total buah yang diolah oleh Pabrik tersebut. Dengan demikian, BPL memiliki kesesuaian operasional dan potensi sinergi yang lebih baik dalam mengelola aset tersebut secara lebih efisien dan berkelanjutan. “BPL juga bersedia memberikan jasa titip olah atas buah sawit milik LWI sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi CPO LWI setelah transaksi dilakukan,” tulis dalam keterbukaan informasi itu lagi.

LWI telah mempertimbangkan kemungkinan dilakukannya transaksi dengan pihak yang tidak terafiliasi. Namun, dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, LWI menilai bahwa transaksi dengan BPL merupakan alternatif yang paling optimal dalam rangka memaksimalkan nilai dan pemanfaatan aset abrik. Sebab, apabila ditawarkan kepada pihak tidak terafiliasi dengan kondisi ketergantungan pasokan buah sawit eksternal yang tinggi, terdapat risiko nilai transaksi tidak mencerminkan nilai ekonomi pabrik yang wajar dan optimal.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top