Medan | EGINDO.com – Anggota Dewan Prwakilan Rakyat (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) yang juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) mengingatkan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) soal bantuan korban banjir.
Rahmansyah Sibarani mengingatkan meminta Gubsu mengingatkan Bupati Tapteng soal bantuan korban banjir itu terlontar kritikan terhadap penanganan bantuan korban banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), pada sela-sela sidang paripurna Penyampaian LKPJ Gubsu 2025.
Desakan kepada Gubsu Bobby Nasution agar mengingatkan dan menegur Bupati Tapteng terkait pendataan korban bencana di Tapteng agar dilakukan secara adil, transparan, dan bebas dari dugaan permainan oknum.
Desakan tersebut disampaikan Rahmansyah melalui interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut yang dipimpin Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, didampingi Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga, Sutarto, dan Salman Alfarisi. Rapat juga dihadiri Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya.
Disamping itu Rahmansyah Sibarani lebih lanjut dalam keterangannya kepada wartawan, pada Sabtu (4/7/2026) kemarin menegaskan bahwa penyaluran bantuan kepada korban banjir yang melanda Tapteng pada November 2025 masih menyisakan banyak persoalan. Hingga kini, kata dia, masyarakat terus mengeluhkan ketidak adilan dalam pendataan penerima bantuan.
Katanya sampai hari ini masih banyak korban banjir yang mengeluhkan bahkan hingga kini belum dapat bantuan, baik bantuan hidup (jadup) maupun dana tunggu hunian dan hal itu merupakan persoalan kemanusiaan yang harus segera diselesaikan.
Rahmansyah Sibarani mengaku menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai dugaan ketidaktepatan pendataan. Menurutnya, terdapat warga yang rumahnya mengalami rusak berat maupun rusak ringan akibat banjir, namun justru tidak masuk dalam daftar penerima bantuan. Sebaliknya, ada warga yang samasekali tidak terdampak banjir malah telah menerima bantuan pemerintah.
Rahmansyah meminta pemerintah memastikan seluruh bantuan benar-benar diberikan kepada warga yang berhak, memastikan korban yang benar-benar terdampak harus tidak ada satu pun yang terabaikan. Jangan sampai bantuan bencana dijadikan ajang permainan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Politisi NasDem itu meminta Gubernur Bobby Nasution sebagai wakil pemerintah pusat di daerah segera mengingatkan dan menegur Bupati Tapanuli Tengah agar tidak bermain-main dalam menangani korban bencana. Selain persoalan bantuan jadup, Rahmansyah juga menyoroti masih banyak warga pada sejumlah kecamatan yang belum menerima dana tunggu hunian meski bencana telah berlalu cukup lama.
Kalau memang penyaluran dilakukan secara bertahap, pemerintah harus memberikan kepastian kepada masyarakat. Jangan biarkan korban terus menunggu tanpa kejelasan. Mereka membutuhkan jaminan bahwa haknya benar-benar akan diberikan. “Jangan sampai ada korban banjir yang menderita dua kali. Pertama karena bencana, kedua karena haknya diabaikan. Pemerintah harus hadir memberikan keadilan bagi seluruh korban tanpa pandang bulu,” kata Rahmansyah.
Ditambahkannya bahwa lambannya penanganan bencana di Tapanuli Tengah telah menjadi perhatian Gubernur Bobby Nasution. Menurutnya, gubernur juga mengakui Tapteng daerah yang penanganan pasca bencana banjir termasuk berjalan sangat lambat. Untuk itu dia mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pendataan dan penyaluran bantuan di Tapanuli Tengah.@
Bs/fd/timEGINDO.com