PM Modi Akan Mengunjungi Indonesia, Australia & Selandia Baru Minggu Depan

PM Narendra Modi
PM Narendra Modi - India

New Delhi | EGINDO.co – Perdana Menteri India Narendra Modi akan mengunjungi Indonesia, Australia, dan Selandia Baru pekan depan, seiring upaya New Delhi untuk memperkuat hubungan strategis di kawasan tersebut.

Kunjungan pada 8 hingga 11 Juli ini dilakukan setelah kunjungan Modi ke Mauritius pada Maret tahun lalu dan Seychelles bulan lalu, yang mencerminkan apa yang digambarkan oleh Kementerian Luar Negeri India sebagai pergeseran fokus diplomatik ke wilayah maritim timur di bawah kebijakan “Act East” mereka.

“Fokus telah bergeser ke zona maritim timur Samudra Hindia dan keterlibatan Act East kami,” kata pejabat senior Kementerian Luar Negeri India, Rudrendra Tandon, kepada wartawan dalam konferensi pers pada hari Jumat (3 Juli).

Modi akan mengunjungi Indonesia pada 8 dan 9 Juli, di mana ia dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan di Jakarta sebelum melakukan perjalanan ke kota bersejarah Yogyakarta dan kompleks Candi Prambanan yang terdaftar di UNESCO, di mana India dan Indonesia berencana untuk berkolaborasi dalam pekerjaan konservasi.

Modi akan meninjau kerja sama di berbagai sektor selama kunjungannya ke Indonesia, termasuk keamanan maritim, pertahanan, perdagangan, dan hubungan budaya, kata Tandon.

Diharapkan ini akan menjadi kelanjutan dari pembicaraan yang diadakan selama kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke India pada perayaan Hari Republik tahun lalu, tambah Tandon.

Modi kemudian akan melakukan perjalanan ke Melbourne pada 10 Juli untuk KTT Tahunan India-Australia ketiga, dialog kelembagaan yang dibentuk di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara yang diluncurkan pada tahun 2020.

Tandon mengatakan diskusi akan meninjau kerja sama di bidang pertahanan, kebijakan luar negeri, dan perdagangan, serta berfokus pada bidang-bidang baru termasuk mineral penting, keamanan siber, ketahanan rantai pasokan, dan teknologi baru.

Modi akan mengakhiri kunjungannya di Selandia Baru pada 11 Juli, di mana ia akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Christopher Luxon.

Tandon mengatakan hubungan bilateral telah meningkat sejak kunjungan Luxon ke India pada tahun 2025, menggambarkannya sebagai “semacam titik balik dalam hubungan kita”.

“Ini berpuncak pada penandatanganan FTA Selandia Baru dalam waktu yang cukup singkat,” katanya.

Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) India-Selandia Baru, yang ditandatangani pada 27 April tahun ini, menghapus bea masuk atas 100 persen ekspor India ke Selandia Baru sekaligus mengamankan komitmen investasi sebesar US$20 miliar dari Selandia Baru selama 15 tahun ke depan.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top