Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Siaga III Berlaku Sejak 6 Juni 2026

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan sehingga tingkat aktivitasnya ditetapkan pada Level III (Siaga) yang mulai diberlakukan sejak 6 Juni 2026. Kondisi tersebut mendorong otoritas terkait untuk memperketat pengawasan serta mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh ketentuan di kawasan sekitar gunung.

Pada Kamis (2/7/2026), Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 200 meter dari puncak kawah. Letusan tersebut masih terpantau dalam kategori erupsi vulkanik yang terus diawasi secara intensif oleh petugas pemantau gunung api.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, masyarakat, wisatawan, hingga nelayan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Larangan ini diberlakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya berupa lontaran material pijar, abu vulkanik, maupun kemungkinan peningkatan aktivitas erupsi secara tiba-tiba.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti perkembangan resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait.

Selain Gunung Anak Krakatau, sejumlah gunung api lain di Indonesia juga masih berada pada Status Level III (Siaga). Gunung-gunung tersebut meliputi Gunung Merapi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Awu di Sulawesi Utara, serta Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah bersama aparat kebencanaan terus melakukan pemantauan selama 24 jam dan mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta siap mengikuti arahan apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang memerlukan langkah mitigasi lebih lanjut. (Sn)

Scroll to Top