Berlaku Mulai 1 Juli 2026 Kemarin, Harga Patokan Ekspor Biji Kakao US$ 3.969,56 per MT

Tanaman Kakao
Tanaman Kakao di pekarangan rumah penduduk (Foto: dok Fadmin Malau)

Jakarta | EGINDO.com – Mulai berlaku pada 1 Juli 2026 kemarin, harga patokan ekspor Biji Kakao US$ 3.969,56 per metrik ton (MT). Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan, harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao untuk periode Juli 2026 naik dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu berlanjutnya gangguan pasokan global akibat cuaca buruk dan penurunan produksi di negara-negara produsen utama.

Dalam keterangan resmi yang dikutip EGINDO.com menyebutkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan, HR biji kakao pada Juli 2026 ditetapkan sebesar US$ 3.969,56 per metrik ton (MT), naik US$ 137,39 atau 3,59% dibandingkan Juni 2026. Seiring kenaikan tersebut, HPE biji kakao juga meningkat menjadi US$ 3.646 per MT, atau naik US$ 134 atau 3,83% dibandingkan bulan sebelumnya. “Peningkatan HR dan HPE biji kakao dipengaruhi berlanjutnya gangguan pasokan akibat cuaca buruk dan penurunan produksi di negara-negara produsen utama kakao di Afrika Barat,” kata Tommy.

Sementara itu, untuk komoditas kehutanan, HPE produk kulit pada Juli 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. Adapun HPE getah pinus naik menjadi US$ 1.002 per MT, meningkat US$ 22 atau 2,24% dibandingkan Juni 2026. Pada kelompok produk kayu, Kemendag mencatat kenaikan HPE untuk sejumlah komoditas, antara lain veneer dari hutan alam serta produk kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis sortimen lainnya seperti eboni, serta kayu dari hutan tanaman jenis pinus, gmelina, dan sengon.

Sebaliknya, HPE mengalami penurunan pada veneer dari hutan tanaman, wooden sheet for packing box, wood in chips or particle, serta produk kayu olahan dengan luas penampang 1.000–4.000 mm² dari jenis meranti, rimba campuran, jati, dan hutan tanaman jenis akasia, karet, balsa, serta eucalyptus. Sementara itu, HPE untuk chipwood, wood in chips or particle, kayu olahan jenis merbau, kayu dari hutan tanaman jenis sungkai, serta kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000–10.000 mm² tetap tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top