Prabowo: Penegakan Hukum Harus Adil, Tidak Boleh Dipengaruhi Kepentingan Apa Pun

Ilustrasi
Ilustrasi

Bogor|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional, adil, dan tidak memihak. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa hukum harus menjadi instrumen untuk melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan. Ia menekankan bahwa hukum tidak boleh dipengaruhi kekuatan finansial, dijadikan alat untuk kepentingan politik, ataupun dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya mencegah praktik kriminalisasi, penyalahgunaan kewenangan, serta memastikan tidak ada pihak yang mendapatkan perlakuan istimewa di hadapan hukum. Menurutnya, setiap warga negara harus memperoleh kepastian dan perlindungan hukum yang sama.

Presiden menilai Indonesia tengah memasuki fase transformasi di berbagai sektor sehingga stabilitas keamanan dan kepastian hukum menjadi fondasi utama untuk mendukung pembangunan nasional. Iklim investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat, kata dia, sangat bergantung pada terciptanya rasa aman dan tegaknya supremasi hukum.

Karena itu, Prabowo menegaskan peran Polri sangat strategis dalam menjaga ketertiban, menciptakan keamanan, dan mengawal pembangunan menuju Indonesia yang modern, makmur, berkeadilan, serta berdaulat.

Sejumlah media nasional, seperti Kompas.com dan Antara, turut melaporkan pesan Presiden yang menekankan pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pembangunan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (Sn)

Scroll to Top