Pupuk Indonesia Lakukan Ekspor 47.250 Ton Urea ke Australia, Simbol Kemitraan Indonesia dan Australia

Pupuk NPK produksi Pupuk Indonesia sangat dibutuhkan para petani untuk memupuk tanaman pangan
Produksi Pupuk Indonesia sangat dibutuhkan petani untuk memupuk tanaman pangan

Jakarta | EGINDO.com – PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan pengiriman urea ke Australia sebanyak 47.250 ton. Keberhasilan tersebut ditandai dengan tibanya kapal Motor Vessel (MV) Medi Luna dari Indonesia di Pelabuhan Brisbane, Queensland, Australia, dimana kedatangan pengiriman itu menjadi tonggak penting implementasi kerja sama ekspor pupuk Indonesia-Australia melalui skema Government-to-Government, untuk memperkuat ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik.

Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono menyatakan keberhasilan pengiriman ke Australia menjadi langkah penting dalam memperkuat kontribusi Indonesia terhadap ketahanan pangan kawasan Indo-Pasifik.

Katanya kerja sama itu menjadi simbol eratnya kemitraan ketahanan pangan Indonesia dan Australia. Ketika rantai pasok global menghadapi tantangan, Indonesia dengan kapasitas produksi urea yang besar dapat membantu memenuhi kebutuhan Australia yang mencapai 3,7 juta ton per tahun,” ucap Siswo, dalam keterangan resminya, yang dilansir EGINDO.com pada Senin (29/6/2026).

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan keberhasilan pengiriman tersebut mencerminkan kinerja positif yang terus dilakukan Pupuk Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri pupuk nasional. Menurutnya, kemampuan Indonesia menjaga kontinuitas produksi dan pasokan pupuk di tengah dinamika global telah memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis bagi negara-negara yang membutuhkan sumber pasokan yang stabil dan terpercaya.

Katanya Indonesia menunjukan bahwa Indonesia adalah reliable supplier yang bisa menjadi sumber pasokan pupuk bagi negara mitra. Menurut Rahmad, sebagai produsen pupuk dengan kapasitas mencapai 14,8 juta ton per tahun, Pupuk Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus mendukung kebutuhan pasar regional.

Pada 2026, produksi urea Pupuk Indonesia ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton, sehingga terdapat ruang yang memadai untuk melakukan ekspor tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia. Kemampuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap kebutuhan pupuk kawasan didukung oleh pengelolaan pasokan yang kuat di dalam negeri. Hingga 22 Juni 2026, stok pupuk bersubsidi tercatat mencapai 1,23 juta ton, sementara realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 4,61 juta ton atau meningkat 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor urea ke Australia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah lebih dulu terbangun antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Pengiriman perdana dilakukan menggunakan kapal MV. Medi Luna yang diberangkatkan dari Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kalimantan Timur, pada pertengahan Mei 2026. Selanjutnya, realisasi ekspor akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 250.000 ton pada akhir 2026.@

Bs/timEGINDO.com

Scroll to Top