Sepang | EGINDO.co – Otoritas Malaysia menggagalkan upaya penyelundupan chip kecerdasan buatan canggih melalui bandara utama negara itu, kata pejabat bea cukai pada hari Jumat (26 Juni), dalam kasus yang bernilai hampir US$13 juta.
Sebuah tim menggerebek zona perdagangan bebas bandara Kuala Lumpur pada 5 Juni dan menyita 72 server yang dilaporkan akan diekspor ke negara Asia lainnya, kata direktur bea cukai bandara Zulkifli Muhammad.
Malaysia memperketat kontrol ekspor dan pengiriman ulang chip dari Amerika Serikat tahun lalu, dengan mewajibkan izin perdagangan strategis dan pemberitahuan terlebih dahulu jika ada kecurigaan penyalahgunaan atau pengalihan.
Negara Asia Tenggara ini, sebagai pusat data center yang berkembang, berupaya mencegah dirinya digunakan sebagai titik transit untuk chip terbatas yang menuju ke tempat lain.
“Server-server tersebut dinyatakan sebagai ‘komponen komputer’ untuk menghindari deteksi dari pihak berwenang,” kata Zulkifli dalam konferensi pers.
Sindikat yang terlibat menggunakan Malaysia sebagai titik transit untuk memastikan tidak ada pembatasan selama proses ekspor, kata surat kabar harian The Star.
Zulkifli menolak untuk menyebutkan dari mana server-server itu berasal, di mana chip-chip itu dibuat, atau ke mana tujuan pengirimannya, seraya menambahkan bahwa investigasi masih berlanjut.
Namun, ia mengatakan bahwa sebuah perusahaan logistik lokal yang terlibat dalam pengiriman tersebut telah diminta untuk membantu investigasi.
Amerika Serikat telah memperketat pembatasan ekspor semikonduktor canggih melalui Malaysia dan Thailand dalam upaya untuk mengekang pengalihannya ke China.
Malaysia juga telah meluncurkan beberapa penyelidikan, termasuk penyelidikan tentang bagaimana server yang berisi chip Nvidia buatan AS yang ditujukan untuk Singapura berakhir di Malaysia.
Sumber : CNA/SL