Jakarta | EGINDO.com – Pemerintah memastikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani bisa kembali normal pada pekan depan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini 90% harga TBS sawit petani sudah kembali ke harga semula dari sebelumnya anjlok. Menurutnya, dari 1.900 perusahaan sawit, hanya ada 100 lebih perusahaan yang belum membeli harga sawit petani dengan harga normal.
Hal itu dikatakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kepada wartawan di di Istana Kepresidenan. Amran menilai anjloknya harga TBS sawit petani itu tidak normal tengah kenaikan harga crude palm oil (CPO) dunia. Untuk itu, Amran meminta kepada pelaku usaha untuk tidak bermain-main dalam membeli harga TBS sawit petani. Amran mengingatkan saat ini ada 15 juta petani yang bergantung pada sektor sawit.
Menurutnya, hal ini menjadi bagian dari arahan Presiden untuk segera mengembalikan harga sawit ke harga normal. “Tapi yakin, satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali,” urai Amran.
Sebelumnya sebagaimana diberitakan, Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Sabarudin menyebut bahwa TBS sawit di tingkat petani sudah sudah mulai terkerek naik hingga Rp 3000 dari sebelumnya yang sempat anjlok di level Rp 1.500. Namun begitu, menurutnya kondisi ini masih belum sepenuhnya pulih. Dia menyebut harga Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan Rp 14.000/kg hingga Rp 15.000/kg. Dengan ketetapan ini, harga TBS sawit di tingkat petani seharusnya telah mencapai Rp 3.900 hingga Rp 4.000.
Katanya petani saat ini ada ada yang Rp 2.900-an, ada yang Rp 3.000-an, ada yang Rp 2.700-an, ada yang Rp 3.000 an lebih juga. “Kita harap ini terus naik. Serikat petani menilai penurunan ini dipicu salah satunya karena kebijakan ekspor satu pintu yang akan dilakukan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini dianggap memberi ketidakpastian baru bagi pelaku usaha yang berdampak langsung bagi petani,” katanya menegaskan.@
Bs/timEGINDO.com