Jakarta | Egindo.co Gangguan layanan myBCA yang terjadi pada Sabtu (20/6) tidak hanya berdampak pada aktivitas transaksi nasabah, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Di tengah banyaknya nasabah yang mencari informasi terkait gangguan layanan, mulai bermunculan akun-akun yang mengatasnamakan layanan pelanggan BCA di media sosial. Akun-akun tersebut menawarkan bantuan, meminta korban menghubungi nomor telepon tertentu, atau mengarahkan percakapan ke aplikasi pesan instan dengan dalih membantu menyelesaikan kendala.
Namun, ancaman tidak hanya terbatas pada media sosial. Pengamat keamanan siber mengingatkan bahwa setiap kali terjadi gangguan layanan pada perbankan, biasanya pelaku akan memanfaatkan situasi melalui berbagai kanal komunikasi untuk mencari korban.
Modus yang umum digunakan antara lain:
- Membuat akun media sosial yang menyerupai akun resmi bank.
- Menghubungi korban melalui WhatsApp, Telegram, SMS, atau telepon dengan mengaku sebagai petugas bank.
- Mengirim tautan menuju situs palsu yang menyerupai halaman resmi bank.
- Meminta korban mengisi data perbankan dengan alasan verifikasi akun.
- Meminta kode OTP, PIN, password, nomor kartu, CVV, atau informasi rahasia lainnya.
- Mengarahkan korban menginstal aplikasi tertentu dengan alasan pembaruan sistem atau perbaikan layanan.
Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan nasabah yang sedang mengalami kendala akses layanan. Ketika korban merasa kesulitan mendapatkan informasi, mereka lebih rentan mempercayai pihak yang mengaku dapat memberikan bantuan secara cepat.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan BCA, terutama apabila komunikasi dilakukan melalui akun yang tidak dapat diverifikasi, nomor telepon pribadi, aplikasi pesan instan, atau tautan yang dikirim secara langsung.
Nasabah juga diminta untuk hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi BCA, seperti situs web resmi, aplikasi resmi, akun media sosial resmi yang telah terverifikasi, serta layanan Halo BCA.
Langkah yang Perlu Dilakukan Nasabah
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, masyarakat disarankan:
- Tetap tenang dan tidak panik ketika terjadi gangguan layanan.
- Tidak menghubungi nomor telepon yang dibagikan oleh akun atau komentar yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
- Tidak mengklik tautan dari pesan yang tidak dikenal.
- Tidak memberikan PIN, password, OTP, kode verifikasi, CVV, atau data perbankan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
- Memastikan setiap informasi berasal dari kanal resmi BCA sebelum mengikuti instruksi apa pun.
- Segera menghubungi Halo BCA apabila menerima pesan atau telepon yang mencurigakan.
Gangguan layanan digital sering kali menjadi momentum yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan aktivitas penipuan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Jangan sampai kepanikan akibat gangguan layanan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data maupun mengambil alih rekening nasabah.
AW