Jakarta|EGINDO.co Harga emas batangan mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Berdasarkan daftar harga resmi, emas batangan ukuran 1 gram kini dipasarkan sebesar Rp2.703.000, sementara harga setelah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 0,25 persen menjadi Rp2.709.758.
Kenaikan harga emas terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan bank sentral utama dunia. Kondisi tersebut membuat aset safe haven seperti emas kembali menjadi pilihan bagi sebagian investor untuk menjaga nilai portofolio.
Sejumlah analis menilai, pergerakan harga emas masih dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga global, nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai ketika ketidakpastian pasar keuangan meningkat. Di sisi lain, pergerakan harga emas domestik juga mengikuti fluktuasi harga emas dunia dan kurs rupiah terhadap dolar AS.
Mengacu pada laporan Reuters, harga emas internasional cenderung bergerak sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed), terutama terkait arah suku bunga yang memengaruhi daya tarik logam mulia. Sementara itu, Bloomberg juga mencatat bahwa permintaan emas sebagai instrumen investasi biasanya meningkat ketika volatilitas pasar keuangan global masih tinggi.
Daftar Harga Emas Batangan 18 Juni 2026
| Berat | Harga Dasar | Harga Setelah PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp1.401.500 | Rp1.405.004 |
| 1 gram | Rp2.703.000 | Rp2.709.758 |
| 2 gram | Rp5.346.000 | Rp5.359.365 |
| 3 gram | Rp7.994.000 | Rp8.013.985 |
| 5 gram | Rp13.290.000 | Rp13.323.225 |
| 10 gram | Rp26.525.000 | Rp26.591.313 |
| 25 gram | Rp66.187.000 | Rp66.352.468 |
| 50 gram | Rp132.295.000 | Rp132.625.738 |
| 100 gram | Rp264.512.000 | Rp265.173.280 |
| 250 gram | Rp661.015.000 | Rp662.667.538 |
| 500 gram | Rp1.321.820.000 | Rp1.325.124.550 |
| 1.000 gram | Rp2.643.600.000 | Rp2.650.209.000 |
Bagi investor, harga emas tetap perlu dicermati bersama perkembangan pasar global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan moneter internasional karena faktor-faktor tersebut berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek maupun menengah. (Sn)