Franky Widjaja: Keberhasilan Model AI Seperti DeepSeek Tidak Akan Ditiru Oleh Sinarmas

Franky Oesman Widjaja
Franky Oesman Widjaja

Jakarta | EGINDO.com – Keberhasilan model AI seperti DeepSeek tidak akan ditiru oleh Sinarmas. Perusahaan akan melihat tujuan dari produk yang dibuatnya. Hal itu dikatakan pemilik Group Sinarmas Franky Widjaja dalam panel discussion XLSMART Bravo 500 Summit 2026, menjawab pertanyaan mantan menteri perdagangan Gita Wirjawan pada Kamis pekan lalu di Jakarta.

Gita Wirjawan menanyakan kepada pemilik Group Sinarmas Franky Widjaja apakah akan ada versi DeepSeek atau Gemini yang lebih baik dari perusahaan itu. “Apakah Anda melihat masa depan atau memperkirakan mungkin kelompok Anda menemukan versi DeepSeek yang lebih baik, versi Gemini 3 lebih baik, versi OpenAI yang lebih mungkin?” tanya Gita saat acara tersebut.

Franky menjawab cukup realistis jika Indonesia tertinggal dari segi waktu untuk pengembangan AI dan talenta. “Saya tidak meremehkan Indonesia, namun dari segi waktu kita agak terlambat,” katanya menjelaskan.

Menurut Franky Widjaja bahwa talenta menjadi hal penting dalam pembangunan teknologi AI. Namun, orang-orang jenius yang ada di luar semua butuh banyak dukungan, baik dari segi uang maupun pemerintah.

Diakui Franky bahwa Sinarmas sendiri menganggap talenta jadi aset paling penting dalam perusahaan. Para talenta itu berasal dari lokal maupun global yang bisa menjadi mentor untuk generasi muda Indonesia.

Ketika disinggung soal penggunaan talenta global, Franky mengatakan itu kembali pada tujuan bisnisnya. Yakni keuntungan apa yang bisa diambil dari teknologi yang dibuat. “Tujuan saya adalah melihat bisnis saya. Keuntungan apa yang bisa saya ambil dari teknologi itu? Saya di sini bukan untuk membuat AI demi AI itu sendiri. Saya tidak ingin menjadi DeepSeek lainnya, dan saya rasa saya tidak mampu. Jadi, bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan dari sini,” katanya mempertanyakan

Franky lebih lanjut mencontohkan seperti China terkait pengembangan AI. Negara itu dinilai tertinggal dalam sejumlah teknologi karena pembatasan yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Namun, pada sisi lain pengaplikasan teknologi China jauh lebih maju. Baik dari jumlah orang dan dukungan pemerintah.

Untuk itu Franky berharap semoga Indonesia bisa mengadopsi hal yang dilakukan China dan mengambil manfaat dari pada menciptakan sesuatu yang spesifik. “Sebaiknya kita dapat mengambil manfaat dari pada menciptakan sesuatu yang spesifik,” katannya menandaskan.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top