Thailand Tunjuk Pakar Afsel & Jerman; Arbitrase PBB, Sengketa dengan Kamboja

Perbatasan Thailand dengan Kamboja
Perbatasan Thailand dengan Kamboja

Bangkok | EGINDO.co – Thailand telah menunjuk mediator dari Afrika Selatan dan Jerman untuk proses arbitrase PBB yang diprakarsai oleh Kamboja untuk menyelesaikan sengketa maritim yang telah berlangsung lama, kata Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow kepada wartawan pada hari Selasa (16 Juni).

Kamboja meluncurkan proses konsiliasi wajib berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) awal bulan ini, setelah Thailand secara sepihak mengakhiri perjanjian tahun 2001 yang menyediakan kerangka kerja untuk negosiasi atas wilayah sengketa di Teluk Thailand.

Thailand menunjuk ahli hukum Jerman Rüdiger Wolfrum dan ahli hukum maritim Afrika Selatan Albert Hoffman sebagai mediator, kata kementerian luar negeri.

Sebelumnya, Kamboja telah menunjuk Menteri Luar Negerinya Prak Sokhonn sebagai perwakilannya untuk proses tersebut, bersama dengan diplomat Denmark Peter Taksøe-Jensen dan akademisi Prancis Jean-Marc Thouvenin sebagai mediator.

Para mediator harus bertemu dalam waktu 30 hari untuk memilih ketua sebelum memulai proses.

Sengketa tersebut berkaitan dengan sekitar 26.000 km persegi laut di Teluk Thailand, yang dikenal sebagai Area Klaim Tumpang Tindih, yang diperkirakan menyimpan hampir 12 triliun kaki kubik gas alam dan sejumlah besar minyak, senilai sekitar US$300 miliar.

Hubungan antara negara-negara tetangga di Asia Tenggara ini berada dalam kondisi tegang setelah dua putaran bentrokan perbatasan yang intens tahun lalu menewaskan hampir 150 orang dan menyebabkan setidaknya 300.000 orang mengungsi di kedua belah pihak, tetapi gencatan senjata Desember masih berlaku.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top