Medan | EGINDO.com – Prof. Dr. Bahdin Nur Tanjung, SE, MM kembali memimpin Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Wilayah Sumatera Utara periode 2026-2030. Hal itu terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) III ABP-PTSI Sumut, pada Senin (15/6/2026) kemarin di Medan.
Muswil berlangsung di Ballroom Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Deli Husada Delitua mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta yang Profesional, Adaptif dan Berdaya Saing Global.” Tema itu menjadi refleksi sekaligus tekad bersama untuk menjadikan PTS sebagai pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul Indonesia.
Terpilihnya kembali Bahdin diharapkan mampu melanjutkan konsolidasi dan penguatan perguruan tinggi swasta (PTS) di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Bagi Bahdin Nur Tanjung, amanah yang kembali diberikan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan PTS di Sumatera Utara semakin maju dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Diakuinya persaingan antara perguruan tinggi negeri dan swasta semakin ketat. Namun kondisi tersebut justru menjadi pemacu semangat bagi seluruh PTS untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Bahdin menegaskan, kepengurusan periode 2026-2030 akan fokus pada penguatan tata kelola yayasan, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta mempererat kolaborasi antarperguruan tinggi swasta.
Muswil III ABP-PTSI Sumut tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarpenyelenggara pendidikan tinggi. Dari forum ini lahir berbagai gagasan dan rekomendasi yang akan diperjuangkan kepada pemerintah demi kemajuan pendidikan tinggi swasta.
Ketua ABP-PTSI Pusat, Prof. Dr. Thomas Suyatno, dalam sambutannya menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi swasta saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Berbagai regulasi baru, perubahan pola penerimaan mahasiswa, hingga persaingan yang semakin ketat menuntut seluruh penyelenggara pendidikan untuk lebih adaptif dan inovatif. Namun, dibalik tantangan tersebut, Thomas melihat peluang besar bagi PTS untuk terus tumbuh dan menunjukkan kualitasnya.
Menurutnya, banyak perguruan tinggi swasta yang kini mampu bersaing bahkan melampaui sejumlah perguruan tinggi negeri dalam berbagai aspek akademik maupun tata kelola.
Katanya PTS harus percaya diri. Banyak kampus swasta yang telah membuktikan kualitasnya dan menjadi pilihan utama masyarakat. Yang terpenting adalah menjaga mutu dan terus melakukan pembenahan.
Diingatkannya penting menjaga keseimbangan ekosistem pendidikan tinggi nasional. Berharap kebijakan pemerintah kedepan semakin memberikan ruang yang adil bagi perkembangan perguruan tinggi swasta yang selama ini turut berkontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sekretaris Jenderal ABP-PTSI Pusat, Prof. Dr. Mts. Arief MBA CPM, menekankan bahwa kualitas merupakan kunci utama keberlanjutan sebuah perguruan tinggi. Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dalam memilih kampus. Karena itu, kualitas pendidikan, akreditasi, tata kelola yang baik, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang kompeten menjadi faktor yang tidak bisa ditawar.@
Bs/fd/timEGINDO.com