Pabrik Emas MIND ID di Gresik Dinilai Perkuat Hilirisasi dan Kedaulatan Ekonomi Nasional

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik, Jawa Timur, oleh MIND ID dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat program hilirisasi mineral nasional sekaligus meningkatkan kedaulatan ekonomi Indonesia. Proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar dari sumber daya alam domestik dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, pada Kamis (4/6/2026) menyampaikan bahwa kebijakan hilirisasi sektor mineral memiliki manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional. Menurutnya, selama bertahun-tahun Indonesia lebih banyak mengekspor komoditas mentah untuk memperoleh pemasukan cepat, sehingga potensi nilai tambah yang seharusnya dapat dinikmati di dalam negeri belum dimanfaatkan secara optimal.

Bawono menilai perubahan arah kebijakan menuju pengolahan sumber daya alam di dalam negeri merupakan langkah penting untuk memperkuat struktur industri nasional. Dengan hilirisasi, mineral yang sebelumnya diekspor dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Ia juga mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang telah mendorong berkembangnya industri baterai kendaraan listrik dan berbagai produk turunan lainnya. Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan pada komoditas emas guna meningkatkan daya saing industri pengolahan nasional sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang diterima masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) tengah mengembangkan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton per tahun atau sekitar lima juta keping logam mulia. Fasilitas baru ini akan melengkapi pabrik logam mulia ANTAM di Pulogadung yang saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar 40 ton per tahun.

Bahan baku pabrik tersebut akan dipasok dari tambang emas ANTAM dan fasilitas pemurnian milik PT Freeport Indonesia di Gresik. Integrasi antara sektor pertambangan, pemurnian, dan manufaktur ini diharapkan mampu membentuk rantai pasok emas nasional yang lebih kuat serta mendukung pengembangan ekosistem bullion di Indonesia.

Sejumlah media ekonomi nasional turut menyoroti pentingnya proyek tersebut. Investortrust menilai pembangunan pabrik emas di Gresik akan memperkuat agenda hilirisasi mineral pemerintah sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi nasional. Sementara itu, Investor.id menyebut fasilitas tersebut sebagai bagian dari pengembangan industri pertambangan terintegrasi yang dapat memperpanjang rantai nilai komoditas mineral Indonesia.

Dengan meningkatnya permintaan emas logam mulia di pasar domestik, keberadaan pabrik baru yang diumumkan pada Kamis (4/6/2026) itu diharapkan mampu memperkuat pasokan dalam negeri, mendukung pertumbuhan industri pengolahan mineral, serta memastikan manfaat ekonomi dari kekayaan sumber daya alam Indonesia dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri. (Sn)

Scroll to Top