Rasuna Said Diproyeksikan Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Ruang Publik Jakarta

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mempercepat transformasi kawasan Jalan H.R. Rasuna Said sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik modern di ibu kota. Penetapan koridor ini sebagai lokasi baru Car Free Day (CFD) sekaligus tempat pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian nasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pemilihan kawasan Rasuna Said dilakukan untuk menunjukkan berbagai perubahan dan penataan yang tengah berlangsung di Jakarta. Menurutnya, kawasan tersebut kini berkembang menjadi wajah baru ibu kota yang memadukan fungsi bisnis, diplomasi, transportasi modern, dan ruang publik yang lebih ramah bagi masyarakat.

Dari sisi ekonomi, Jalan H.R. Rasuna Said memiliki peran strategis karena berada di jantung kawasan bisnis Jakarta. Sepanjang koridor ini berdiri berbagai gedung perkantoran, kantor kementerian, kedutaan besar negara sahabat, hotel, hingga pusat kegiatan usaha yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi ibu kota. Kondisi tersebut menjadikan Rasuna Said sebagai salah satu kawasan yang berpotensi mendorong peningkatan investasi dan memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global.

Pengembangan kawasan juga didukung oleh infrastruktur transportasi yang semakin terintegrasi. Kehadiran LRT Jabodebek dengan sejumlah stasiun di sepanjang koridor Rasuna Said, ditambah layanan TransJakarta dan fasilitas pedestrian yang terus diperbaiki, memberikan kemudahan mobilitas bagi pekerja maupun masyarakat umum. Akses transportasi yang semakin baik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas.

Selain berfungsi sebagai pusat bisnis dan diplomasi, kawasan ini juga mulai diarahkan sebagai ruang publik yang lebih inklusif melalui penyelenggaraan CFD yang akan dimulai pada Minggu, 7 Juni 2026. Program tersebut diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas masyarakat, pelaku usaha mikro, serta sektor jasa dan perdagangan di sekitar kawasan.

Berdasarkan laporan Liputan6 dan IDN Times, Pemprov DKI Jakarta menargetkan Rasuna Said menjadi salah satu ikon baru ibu kota yang mencerminkan transformasi Jakarta menuju kota modern, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Melalui penataan kawasan dan penguatan infrastruktur, koridor ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga simbol perkembangan Jakarta menjelang usia lima abad pada tahun 2027. (Sn)

Scroll to Top