Catatan: Ir. Fadmin Malau
Penanaman Pohon kayu Balsa di Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung terus dimatangkan, terus diupayakan untuk terwujud dalam rangka meningkatkan pereonomian masyarakat. Pasalnya, PT Serayu Group mendampingi investor dari China melakukan rapat teknis tentang penanaman Pohon kayu Balsa bersama Bupati Tulang Bawang dan jajarannya.
Direktur utama (Dirut) PT Serayu Group Hasan Tjoa mengabarkan kepada EGINDO.com bahwa telah dilakukan rapat teknis tentang penanaman Pohon kayu Balsa bersama Bupati Tulang Bawang dan jajarannya dimana Dirut PT Serayu Group Hasan Tjoa didampingi General Manajer (GM) Serayu Group Benediktus Dwi Arianto dan tim humas Serayu Grup Ihsan.
Rapat teknis itu dilakukan setelah sebelumnya Serayu Group bersama investor dari negara China melakukan kunjungan kerja yang pertama bersama Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. di rumah dinas bupati pada 25 April 2026 lalu dengan tujuan untuk melakukan survei lahan subur seluas 1000 hektar yang berada di dekat muara sungai terbesar yang akan dijadikan pelabuhan untuk mendukung program kawasan industri di Kampung Abadi, Kecamatan Rawa Jitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung yang merupakan lahan milik pemerintah daerah Kabupaten Tulang Bawang guna membuka peluang investasi seluas-luasnya kepada investor yang bergerak pada bidang pengolahan Pohon kayu Balsa atau blok balsa.
Kemudian menindaklanjuti hasil dari kunjungan pertama itu maka pada 18 hingga 20 Mei 2026 lalu untuk kedua kalinya Serayu Group sebagai pendamping pengusaha dari Lampung, Rudi yang membawa beberapa pihak investor dari negara China yakni Zengian Wen selaku Direktur Hunan ESOL, Pizansu selaku perwakilan CEO Hunan ESOL dan juga Direktur Operasional dan Manajemen ESOL. Hujing Ping selaku Direksi PT Pionir Sidoarjo yang merupakan anak perusahaan dari Hunan ESOL bertemu Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M.

Pada pertemuan rapat teknis penanaman Pohon kayu Balsa di Lampung itu Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M didampingi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan atau Asisten dua Pemerintahan kabupaten Tulang Bawang Ir. Antoni M.M. dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulang Bawang Kanedi serta Kadis Perizinan Kabupaten Tulang Bawang Mahendra, SH. M.Hum beserta jajaran terkait lainnya dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Pertemuan rapat tekniks itu untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Direktur Utama PT Serayu Group Hasan Tjoa sebagai pendamping pengusaha Lampung Rudi.
Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. dalam paparannya mengatakan dalam setiap usaha apapun pasti akan muncul kendala atau usaha yang dilakukan akan mengalami kendala, termasuk dalam hal penanaman Pohon kayu Balsa.
“Tidak tertutup kemungkinan dalam perjalanannya akan ada kendala. Namun, kendala-kendala yang ada kalau kita sama-sama berusaha maka akan lebih cepat kita atasi. Nah, yang perlu kita matangkan ini Pak Hasan adalah disini tadi saya sudah sampaikan ke teman-teman bahwa secara psikologi masyarakat kalau kita menawarkan konsep kemitraan maka psikologinya masyarakat ingin mengetahui kepastian terhadap pasca panen dari penanaman Pohon kayu Balsa itu,” kata Bupati Tulang Bawang.
Bupati Tulang Bawang mengatakan bila perusahaan menanam Pohon kayu Balsa dan setelah panen bagaimana hasil kayu Pohon Balsa itu. “Setelah kita panen kayu Balsa ini, mereka umumnya itu menghendaki kepastian akan diserap. Maka saya sampaikan tadi penyerapan ini akan mungkin terjadi secara efektif kalau ada pembangunan pabrik. Nah, kalau ada pembangunan pabrik tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Rudi juga sudah ada lahan yang berapa ribu hektar yang sebagai inti ya monggo kita dukung,” kata Bupati Tulang Bawang menegaskan.

Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. menilai bahwa besar potensinya adalah lahan-lahan warga yang sekarang ada yang digarap untuk tanam dengan tanaman singkong, tanaman jagung dan lainnya.
“Nah, ini potensinya jauh lebih besar dari yang 1000 itu tadi. Mungkin saya katakan bisa sampai 10.000 hektar itu tidak gak mungkin di area-area Gedung Aji dan sekitarnya saja sudah cukup itu. Dan ini tidak menutup kemungkinan karena Kabupaten Tulang Bawang ini kan berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat dan dengan Kabupten Mesuji. Iya. itu pun bisa kita gerakkan nantinya seiring dengan ini kita katakanlah seiring dengan pembangunan pabriknya misalnya pengolahannya itu saya bisa komunikasi dengan kedua bupati itu bisa ikut memberikan dorongan sehingga penanaman itu lebih cepat dan lebih luas,” kata Bupati Tulang Bawang menjelaskan.
Dalam pertemuan rapat teknis penanaman Pohon kayu Balsa itu Dirut Serayu Group Hasan Tjoa menjelaskan bahwa Serayu Group adalah perusahaan yang bergerak pada industri kayu lapis dan penanaman pohon. Dijelaskan Hasan Tjoa juga bahwa Serayu Group telah melakukan penanaman pohon pada 15 Provinsi di Indonesia dan merupakan konsultan nasional maupun internasional pada bidang penanaman pohon.
Hasan Tjoa pada rapat teknis penanaman Pohon kayu Balsa itu menyampaikan kepada Bupati Tulang Bawang dan jajarannya bahwa pihak Serayu Group membawa Mr. Fu beserta teman-temannya dari China yang manakala pihak mereka bergerak pada industri kayu Barsa.
“Saya menyampaikan bahwa Mr. Wu saya bawa ke Kabupaten Tulang Bawang ini sudah dua kali kunjungan. Serayu Group selaku pendamping didalam penanaman Pohon kayu Balsa yang rencananya akan ditanam di Kabupaten Tulang Bawang dan nantinya juga akan membangun industri kayu blok, kayu balsa blok di Kabupaten Tulang Bawang,” kata Hasan Tjoa menjelaskan kepada Bupati Tulang Bawang.
Dirut Serayu Group menyampaikan bahwa selaku pendamping pihak Serayu Group juga menanam Pohon kayu Balsa sekaligus harus dilakukan penanamannya dengan system tumpang sari pangan. “Kita akan melakukan tanaman padi Gogo dari hasil temuan kita yakni dalam waktu 95 hari sudah bisa dipanen dan juga akan dilakukan tanaman tumpang sari dengan jagung yang nantinya kita dan investor melakukannya,” katanya.
Hasan Tjoa selaku Dirut PT Serayu Group menegaskan bahwa kehadiran investasi di Kabupaten Tulang Bawang akan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Pada prinsipnya saya menjamin akan membangun kesejahteraan rakyat dibidang penanaman kayu dan pangan. Kalau ini bisa terjadi, Serayu Group akan memberikan secara cuma-cuma kayu barsa untuk masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Dijelaskannya pemberian cuma cuma Pohon Balsa itu dengan system terlebih dahulu didata daerah mana, desa mana, kecamatan mana, titik koordinat dan kartu keluarga dan KTP-nya harus jelas supaya bisa dimonitor, ditanam oleh pihak investor dan disamping itu dibantu dengan masyarakat di sekitarnya untuk mendukung supaya industri investor agar tidak terjadi kekurangan bahan baku. “Tentunya kita akan mendidik masyarakat sekitarnya untuk cara menanam Pohon Balsa yang baik sebab tanaman Pohon Barsa dalam 2 sampai 3 tahun sudah bisa panen. Disamping itu, sehari-harinya masyarakat dapat melakukan penanaman tanaman pangan. Pada tahun pertama nantinya bisa kita tanam padi. Hasil temuan Serayu Group bisa dengan jagung karena melihat ketinggian tanah di atas permukaan laut. Kelembabannya dan nanti apabila pohon sudah tinggi bisa kita tanam yang tidak langsung dengan harus ada sinar matahari seperti tanaman Jahe, Kunyit dan lainnya,” kata menjelaskan.
Hasan Tjoa mengatakan dihadapan Bupati Tulang Bawang bahwa investor akan masuk di Kabupaten Tulang Bawang bila bisa menjamin raw material, bahan baku industri untuk investor yang telah menanamkan modalnya dan juga adanya jaminan keamanan. “Kita harus bisa memberikan keamanan, tentunya dari bapak bupati dan bapak ibu serta kita semua yang ada dalam rapat pada siang ini supaya ada jaminan dan kepastian hukum untuk kesejahteraan rakyat itu nantinya mereka bisa meningkatkan dari hasil pendapatan tanaman pangan yang usianya nanti antara 30 hari sampai 120 hari,” kata Hasan Tjoa menegaskan.@
***