Jakarta|EGINDO.co Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan kinerja positif setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,11% atau bertambah 68,04 poin ke posisi 6.195,42 pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Penguatan tersebut menjadi sinyal optimisme investor setelah libur panjang, meskipun tekanan dari sentimen global masih membayangi pergerakan pasar keuangan.
Kenaikan IHSG ditopang oleh lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang masing-masing melesat sekitar 25%. Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga mencatatkan penguatan signifikan yang turut mendorong indeks bergerak di zona hijau.
Sektor perbankan juga menjadi penopang utama penguatan pasar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) kompak mencatatkan kenaikan, mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap saham-saham perbankan berfundamental solid.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 281 saham ditutup menguat, sementara 389 saham melemah dan 147 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp10.918,65 triliun.
Dari kelompok saham dengan kenaikan tertinggi, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (BEER) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 34,94%, disusul PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang naik 34,85%.
Tim riset MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase penguatan meskipun mulai diwarnai tekanan jual yang relatif terbatas. Secara teknikal, indeks diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan dengan target pengujian di kisaran 6.362 hingga 6.484.
Pandangan serupa juga disampaikan sejumlah analis pasar yang dikutip oleh media ekonomi nasional seperti bisnisindonesia.id dan kontan.co.id. Kedua media tersebut menilai sentimen domestik yang relatif stabil serta masuknya dana investor ke saham-saham unggulan berpotensi menjaga momentum penguatan IHSG dalam jangka pendek.
Meski demikian, investor tetap diminta mewaspadai potensi volatilitas yang berasal dari perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta dinamika geopolitik internasional yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Untuk perdagangan Rabu (3/6/2026), level support IHSG diperkirakan berada pada area 5.996 hingga 5.899, sedangkan area resistance berada di kisaran 6.318 sampai 6.459. Jika mampu menembus zona resistance tersebut, peluang indeks untuk melanjutkan penguatan menuju target 6.484 akan semakin terbuka. (Sn)