Oleh: Isman Budiman
Tahun 2026 ini, Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 diperingati pada Jumat, 29 Mei 2026 sebagai wujud penghargaan dan kepedulian terhadap orang lanjut usia (lansia) sebagai bagian penting dalam pembangunan. Peringatan HLUN 2026 mengusung tema utama “Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia yang Berdaya”.
Peringatan tahun ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat agar terus menghargai, merawat, dan memberikan lingkungan yang inklusif bagi lansia agar tetap aktif, produktif, dan bermartabat.
Seseorang dikategorikan sebagai lansia ketika mencapai usia 60 tahun ke atas. Standar ini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia dan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
SEJARAH AWAL
HLUN pertama kali dicanangkan secara resmi oleh Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto di Semarang pada 29 Mei 1996 berdasarkan nilai historis dan strategis. Pemilihan tanggal 29 Mei sebagai HLUN untuk menghormati jasa dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952), Ketua Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang memimpin sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945.
Pada saat itu, dr. Radjiman yang berusia 66 tahun adalah anggota paling sepuh (tertua) di BPUPKI. Dia mencetuskan gagasan perlu ada dasar filosofis negara Indonesia. Lansia bukan hanya bagian dari perjalanan bangsa, tetapi juga bagian dari kekuatan bangsa.
PRANGKO TEMA LANSIA
Bagi para penggemar filateli, prangko bertema lansia termasuk bahan koleksi yang memiliki daya tarik tersendiri karena merupakan wujud penghargaan terhadap lansia. Sebagai contoh, Indonesia pada 1 Oktober 1999 pernah menerbitkan seri prangko “Tahun Internasional Orang Lanjut Usia 1999” atau International Year of Older Persons (IYOP) 1999 dengan nilai nominal Rp 500,-.
Prangko ini menampilkan gambar kegiatan seorang wanita lansia yang masih aktif dan sedang membuat karya lukis pada payung. Pada bagian atas prangko tercantum semboyan “Tua Berguna dan Berkualitas” yang membangun semangat hidup warga senior untuk tetap produktif.
KLASIFIKASI LANSIA
Kemenkes RI mengklasifikasikan kelompok lansia menjadi beberapa kategori berdasarkan tahapan usia serta tingkat kemandirian atau risiko kesehatannya sebagai berikut:
1️⃣ Pra-lansia yaitu kelompok usia 45 – 59 tahun (masa persiapan).
2️⃣ Lansia Muda yaitu kelompok usia 60 – 69 tahun.
3️⃣ Lansia Madya/Tua yaitu kelompok usia 70 – 79 tahun.
4️⃣ Lansia Risiko Tinggi yaitu kelompok usia 80 tahun ke atas.
Ketika usia senja tiba, orang semakin menyadari betapa penting untuk dapat hidup sehat, tenang, dan damai. Sering kita mendoakan “Rest In Peace” (RIP) untuk orang yang telah mendahului kita. Padahal “Live In Peace” (LIP) juga perlu bagi siapa pun dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Semoga para lansia di mana pun selalu sehat, bahagia, dan makin bijak. Selamat Hari Lanjut Usia Nasional 2026.@
***
Penulis adalah alumnus IISIP Jakarta – Jurnalistik (1987-1992), alumnus Akademi Akuntansi Trisakti (1987-1990), filatelis, anggota HIPFIL (Himpunan Penulis Filateli Indonesia), dan pengasuh rubrik “Pojok Filateli” di Harian Indonesia Minggu (1987-1994).