Pasokan Listrik Aceh Kembali Terganggu, Warga Bener Meriah Diliputi Kecemasan Menjelang Idul Adha

Ilustrasi
Ilustrasi

Aceh|EGINDO.co Pemadaman listrik yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dalam beberapa hari terakhir menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha. Walau aliran listrik telah kembali menyala, warga masih dihantui kekhawatiran akan adanya gangguan susulan yang berpotensi mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha kecil.

Gangguan listrik dilaporkan terjadi berulang kali sejak Jumat, 23 Mei 2026, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat sebagian warga mulai mengambil langkah antisipasi untuk menghindari kerusakan perangkat elektronik di rumah.

Seorang warga Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Sakdiah, mengaku kini lebih waspada setiap memasuki waktu malam. Menurutnya, pemadaman listrik beberapa kali terjadi setelah waktu maghrib sehingga ia memilih mencabut sambungan alat elektronik lebih awal sebagai langkah pencegahan.

“Sudah dua kali listrik mati pada waktu yang hampir sama, setelah maghrib. Jadi sekarang selesai maghrib peralatan langsung saya cabut,” ujarnya pada Selasa (26/5/2026).

Tak hanya rumah tangga, pemadaman listrik juga berdampak pada pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Sejumlah pembuat kue musiman mengaku produksi mereka terganggu karena oven elektrik tidak dapat bekerja maksimal saat listrik tiba-tiba padam. Akibatnya, sebagian pesanan pelanggan terancam terlambat diselesaikan menjelang Idul Adha.

Keluhan serupa datang dari pelaku usaha laundry, jasa cukur rambut, hingga usaha potong rambut yang mengandalkan listrik untuk operasional harian. Mereka berharap tidak ada lagi pemadaman agar target pekerjaan dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan lancar.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah segera mempercepat pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan di Aceh Tengah. Kehadiran pembangkit tersebut dinilai penting agar Aceh tidak terus bergantung pada suplai listrik dari Sumatra Utara yang kerap mengalami gangguan teknis.

Pihak PLN Unit Induk Distribusi Aceh menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat proses pemulihan sistem kelistrikan Aceh yang masih belum stabil. Untuk menjaga pasokan listrik tetap tersedia, PLN saat ini mengoptimalkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan menyiagakan petugas selama 24 jam.

Mengacu pada laporan Kompas.com, upaya pemulihan sistem kelistrikan terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Sementara itu, Antara News juga menyoroti pentingnya stabilitas pasokan energi di Aceh guna menjaga aktivitas ekonomi masyarakat menjelang hari raya keagamaan. (Sn)

Scroll to Top