Medan | EGINDO.com – Tokoh masyarakat Sumatra Utara (Sumut), Dr Parlindungan Purba SH MM, memberikan apresiasi atas kerja keras jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), khususnya PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sumatra Utara (UP2K SU), yang gencar melaksanakan program listrik masuk desa pada kawasan terluar Kepulauan Nias, dan di daerah terpencil lainnya di Sumut.
Hal itu dikatakan Parlindungan Purba usai mengikuti pertemuan dengan Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sumatra Utara, Ferdinand Damanik, di Medan. “Saya memberikan apresiasi kepada pemerintah, baik kepada Kementerian ESDM dan PLN, khususnya PLN UP2K SU, yang telah bekerja keras dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah ingin membuat desa-desa di Sumut, terutama yang berada di pulau-pulau terluar, dapat teraliri listrik sepenuhnya,” ujarnya.
Parlindungan Purba mengatakan, masuknya aliran listrik ke seluruh desa akan mendorong peningkatan aktivitas, khususnya di bidang ekonomi, pada masyarakat di Sumut, terutama bagi mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar. “Produktivitas masyarakat akan meningkat dan perputaran roda perekonomian di desa akan semakin kencang. Pada akhirnya peningkatan aktivitas perekonomian ini akan memajukan daerah tersebut sekaligus membuat masyarakatnya bertambah sejahtera,” tegasnya.
Parlindungan Purba juga mengatakan, dengan teralirinya desa-desa di Sumut dengan listrik juga akan meningkatkan gairah anak-anak untuk semakin giat belajar. Pada akhirnya, masuknya aliran liatrik ke desa akan menimbulkan multiplier effect yang positif. “Saya berharap masyarakat mendukung penuh penuh program Kementerian ESDM dan PLN ini. Sehingga ke depannya tidak ada lagi daerah di Sumut yang tidak mendapat pasokan listrik,” ujarnya.
Parlindungan Purba juga mengatakan bahwa Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menitipkan surat kepada dirinya mengenai adanya desa di Kabupaten Nias Selatan yang belum mendapatkan pasokan listrik. Kabupaten Nias Selatan terdiri dari 35 kecamatan. 7 kecamatan di antaranya berada di wilayah kepulauan yakni Kecamatan Pulau-pulau Batu, Kecamatan Pulau-pulau Batu Utara, Kecamatan Pulau-pulau Batu Timur, Kecamatan Pulau-pulau Batu Barat, Kecamatan Hibala, Kecamatan Tanah Masa dan Kecamatan Simuk. Di 7 kecamatan inilah terdapat desa yang belum mendapatkan listrik. “Berdasarkan penjelasan Pak Bupati, 7 kecamatan tersebut memiliki 87 desa dimana 48 desa diantaranya belum mendapatkan pasokan listrik. Karena itu, Pemda Nias Selatan berharap pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan PLN, dapat mencarikan solusi agar desa-desa tersebut teraliri listrik,” jelasnya.
Menanggapi permintaan tersebut, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan Sumatra Utara, Ferdinand Damanik, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh usulan Pemkab Nias Selatan agar desa-desa itu dapat dialiri listrik. Dikatakannya melihat kondisi geografis yang berada di wilayah kepulauan, maka model pembangkit listrik yang layak dibangun adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Communal.
PLTS Communal ini dilengkapi dengan banyak panel surya dan baterai untuk penyimpanan energi. Dan untuk itu dibutuhkan ketersediaan lahan. “Namun pembangunan PLTS Communal ini membutuhkan lahan untuk penempatan panel sel dan juga baterainya. Disinilah kita harus bekerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Nias Selatan untuk membantu menyediakan lahan penempatan panel sel baterainya,” jelas Ferdinand.
Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kunjungan ke Nias Selatan untuk bertemu dengan pemangku kepentingan di kabupaten tersebut. Saat ini, PLN khususnya UP2K SU, tengah melaksanakan tugas untuk program Listrik Masuk Desa di 16 kabupaten, tepatnya di 78 lokasi di Sumut. Adapun kabupaten tersebut adalah Kabupaten Dairi, Deli Serdang, Samosir, Langkat, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, Mandailing Natal, Asahan, Labuhan Batu Utara, Humbahas, Toba, Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah. “Program Listrik Masuk Desa mulai dilakukan pada Januari 2026, dan selesai Juli 2026,” ujarnya sambil menambahkan bahwa saat ini rasio elektrifikasi di Sumut sudah mencapai 99,83% dan pihaknya terus mengejar target 100 persen.
Sementara Parlindungan Purba memberikan apresiasi atas kerja keras Kementerian ESDM dan PLN tersebut. “Kita berharap agar desa-desa di wilayah terluar di Indonesia, khususnya di Sumut, dapat memeroleh pasokan listrik sepenuhnya. Seperti di Kepulauan Nias yang masih ada desa belum mendapatkan pasokan listrik. Kita mendorong agar Program Nias Terang dapat kembali dijalankan sehingga seluruh desa di Nias mendapatkan pasokan listrik,” tegasnya.@
Rel/fd/timEGINDO.com