Prabowo Soroti Ekonomi RI: Tumbuh 5 Persen, Kemiskinan Masih Membayangi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Jakarta|EGINDO.co Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan tidak terus dibayangi kekhawatiran terhadap gejolak global, termasuk fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) maupun pasokan bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat paripurna mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi ekonomi nasional yang selama beberapa tahun terakhir mampu tumbuh stabil di kisaran 5 persen. Namun, menurutnya, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai angka kemiskinan masih menjadi tantangan, sementara jumlah masyarakat kelas menengah justru mengalami penurunan.

Prabowo menekankan bahwa situasi tersebut menjadi sinyal perlunya pembenahan arah kebijakan ekonomi nasional agar pertumbuhan yang tercipta dapat lebih merata dan dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar serta neraca perdagangan yang selama ini relatif mencatat surplus.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi modal penting agar Indonesia tidak mudah terjebak dalam tekanan ekonomi maupun ancaman krisis. Pemerintah pun disebut tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Pandangan serupa juga banyak disorot media internasional seperti Reuters dan Bloomberg yang menilai stabilitas ekonomi, penguatan industri domestik, dan pengelolaan sumber daya menjadi faktor penting bagi negara berkembang dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia. (Sn)

Scroll to Top