Evaluasi CFD Rasuna Said Jadi Sorotan, Pemprov DKI Siapkan Penambahan Kantong Parkir

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengevaluasi pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, menyusul tingginya antusiasme masyarakat yang memadati area tersebut pada akhir pekan. Evaluasi dilakukan terutama pada aspek parkir dan pengelolaan arus kendaraan di sekitar kawasan bisnis Kuningan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, mengatakan koordinasi bersama Unit Pengelola (UP) Perparkiran terus dilakukan untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Menurut dia, masih ditemukan kendaraan pengunjung CFD yang parkir tidak pada tempatnya akibat terbatasnya kantong parkir serta minimnya petugas pengarah kendaraan.

“Pengawasan dilakukan bersama UP Parkir dan nantinya pembinaan terhadap pengelolaan parkir juga akan diperkuat,” ujar Bernad di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Hasil evaluasi menunjukkan kawasan Zona 3, khususnya sekitar Gedung Merah Putih hingga Kuningan Madya dan Epicentrum, menjadi titik dengan kepadatan parkir tertinggi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat selama CFD berlangsung.

Karena itu, Pemprov DKI mulai memprioritaskan penambahan lokasi parkir terintegrasi serta peningkatan jumlah personel pengaturan lalu lintas dan parkir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran CFD yang rencananya mulai diterapkan secara efektif pada 1 Juni 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan perluasan CFD ke koridor Rasuna Said merupakan bagian dari strategi penataan kawasan perkotaan yang lebih ramah lingkungan dan mendukung mobilitas pejalan kaki. Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi warga, kebijakan ini juga diarahkan untuk membantu menekan polusi udara di ibu kota.

Sejumlah media nasional seperti Kompas Gramedia dan Tempo Inti Media turut menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur penunjang, terutama parkir dan akses transportasi umum, agar pelaksanaan CFD di pusat bisnis Jakarta dapat berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas ekonomi sekitar.

Pemprov DKI juga menargetkan penataan jalur pedestrian dan penghijauan di sepanjang koridor Rasuna Said mampu menghadirkan wajah baru kawasan bisnis Jakarta yang lebih modern, nyaman, dan berkelanjutan. (Sn)

Scroll to Top