Medan | EGINDO.com – MRVL Inspiring Solution kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi praktisi industri kelapa sawit melalui program pelatihan bertajuk “Smart Plantation: Dashboard Pabrik Kelapa Sawit Berbasis Excel untuk Praktisi”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 23 dan 24 Mei 2026 secara online melalui Zoom.
Pelatihan “Smart Plantation: Dashboard Pabrik Kelapa Sawit Berbasis Excel untuk Praktisi” menghadirkan Ahmad Taufik, seorang praktisi Dashboard & Artificial Intelligence (AI) yang telah berpengalaman dalam mengembangkan sistem analisis data berbasis kebutuhan industri.
Tantangan Industri Sawit di Era Data
Di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi operasional, industri kelapa sawit kini dihadapkan pada kebutuhan pengelolaan data yang cepat, akurat, dan mudah dipahami. Namun, masih banyak perusahaan yang belum memanfaatkan data secara optimal.
Perwakilan penyelenggara dari MRVL Inspiring Solution kepada EGINDO.com kemarin Jum’at (15/5/2026) menyampaikan tentang pentingnya mengikuti Training Dashboard Pabrik Berbasis Excel
agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
“Banyak data tersedia di pabrik, tetapi belum diolah menjadi informasi yang bisa langsung digunakan untuk pengambilan keputusan. Di sinilah pentingnya dashboard,” kata Marvell C Siregar.
Menurutnya, penggunaan Excel yang selama ini dianggap sederhana justru memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat.
Dijelaskan Marvell C Siregar bahwa ada Solusi Praktis: Dashboard Berbasis Excel dan itu dapat dipahami melalui pelatihan Training Dashboard Pabrik Berbasis Excel yang dirancang untuk menjawab kebutuhan praktisi lapangan yang membutuhkan solusi cepat tanpa harus bergantung pada software mahal atau sistem yang kompleks. “Kami ingin menunjukkan bahwa Excel bukan sekadar alat input data, tetapi bisa menjadi sistem monitoring yang powerful,” ujar Marvell C Siregar dari tim MRVL.
Melalui pelatihan Training Dashboard Pabrik Berbasis Excel peserta akan belajar membangun dashboard yang mampu menampilkan data produksi, efisiensi, dan performa pabrik secara visual dan interaktif.
Ada pun Objektif yang Ingin Dicapai dalam kegiatan pelatihan memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain pertama, Meningkatkan kemampuan praktisi dalam pengolahan dan analisis data. Kedua, mengembangkan keterampilan membuat dashboard yang aplikatif. Ketiga, mendorong budaya kerja berbasis data (data-driven culture) dan keempat memperkenalkan pemanfaatan AI secara sederhana dalam analisis operasional.
“Target kami, setelah training ini peserta bisa langsung membawa perubahan nyata di tempat kerja masing-masing,” kata Marvell dari penyelenggara menambahkan.
Sedangkan Materi Aplikatif dan Siap Pakai dimana para peserta akan mendapatkan materi yang fokus pada praktik langsung, meliputi: Pertama, Pengolahan data operasional pabrik kelapa sawit. Kedua, Teknik pembuatan dashboard interaktif di Excel. Ketiga, Visualisasi data yang efektif dan informative. Keempat, Penggunaan formula dan tools Excel lanjutan dan kelima, Pengantar integrasi AI dalam dashboard
Sementara itu, narasumber Ahmad Taufik menegaskan pendekatan pelatihan yang digunakan langsung membuat dashboard yang siap digunakan disamping mengajarkan teori-teorinya. “Kami tidak hanya mengajarkan teori, tetapi memastikan peserta bisa langsung membuat dashboard yang siap digunakan,” kata Ahmad Taufik menegaskan.
Untuk itu katanya pelatihan bertajuk “Smart Plantation: Dashboard Pabrik Kelapa Sawit Berbasis Excel untuk Praktisi” terbuka untuk berbagaikKalangan praktisi. “Pelatihan ini ditujukan bagi berbagai kalangan, diantaranya Staff dan supervisor pabrik kelapa sawit. Manajer operasional dan produksi. Analis data industri perkebunan dan Profesional yang ingin meningkatkan skill Excel,” kata Ahmad Taufik menambahkan.
Adapun info pendaftaran untuk pelatihan terbuka untuk umum dengan kuota terbatas. Peserta diharapkan segera mendaftar untuk memastikan tempat pada link berikut: https://forms.gle/RM8MmeXxqZJEv3jv8
Marvell C Siregar menambahkan bahwa pelatihan dilakukan untuk Mendorong Transformasi Digital dari Hal Sederhana. Pelatihan juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor perkebunan, dimulai dari alat yang paling dekat dengan pengguna. “Transformasi digital tidak harus selalu dimulai dari sistem besar. Excel yang dioptimalkan sudah bisa memberikan dampak signifikan,” kata Marvell C Siregar menandaskan sebagai pihak MRVL.@
Rel/fd/timEGINDO.com