Antisipasi Musim Kemarau Sejak Dini, Sinar Mas Agribusiness and Food Perkuat Pencegahan Karhutla

Peserta apel kesiapsiagaan karhutla melakukan pengecekan peralatan pemadam dan kesiapan tim di Bukit Intan Estate, Bangka Barat
Peserta apel kesiapsiagaan karhutla melakukan pengecekan peralatan pemadam dan kesiapan tim di Bukit Intan Estate, Bangka Barat

Jakarta | EGINDO.com – Musim kemarau belum sepenuhnya tiba, tapi kewaspadaan sudah mulai dibangun. PT Bumipermai Lestari, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama pemangku kepentingan menggelar apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Bukit Intan Estate, Desa Terentang, Kabupaten Bangka Barat.

Dalam siaran pers Sinar Mas Agribusiness and Food yang dilansir EGINDO.com pada Rabu (13/5/2026) menyebutkan langkah tersebut ini dilakukan seiring dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa musim kemarau 2026 berpotensi datang lebih awal, berlangsung lebih panjang, dan cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko karhutla.

Sekitar 120 peserta dari berbagai unsur berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bangka Barat, hingga unsur kecamatan dan desa. Mereka berasal dari Kecamatan Kelapa, Simpang Teritip, dan Jebus, serta desa-desa di sekitarnya seperti Berang, Ibul, Tumbak Petar, Jebus, dan Ranggi Asam. Seluruh peserta memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan karhutla dapat diantisipasi sejak dini.

Kesiapan terlihat dari bagaimana seluruh tim di lapangan menunjukkan perannya. Peralatan pemadam diperiksa, tim tanggap darurat bersiap, dan koordinasi antarpihak dibangun sejak awal. Komitmen bersama pun ditegaskan sebagai bentuk keseriusan semua pihak dalam menghadapi potensi karhutla. Keseriusan mencegah karhutla semakin nyata saat simulasi pemadaman dilakukan. Tim tanggap darurat bergerak cepat memadamkan api, menunjukkan bagaimana respons dilakukan secara terkoordinasi di lapangan dengan peralatan teknologi yang dimiliki.

Camat Kelapa, Resmayana, mengatakan langkah ini menjadi sinyal penting bahwa pencegahan harus dilakukan sejak dini. Sehingga risiko kabut asap, gangguan aktivitas, hingga kerugian ekonomi dapat ditekan. “Mudah-mudahan kebakaran kebun, hutan, dan lahan di Kecamatan Kelapa khususnya dan Bangka Barat pada umumnya dapat teratasi dengan baik,” ujarnya.

Kepala Desa Berang, Beni Bastari, menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran masing-masing pihak, termasuk dalam meningkatkan edukasi kepada masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan diikuti oleh berbagai unsur. Kami juga akan terus mengimbau masyarakat, khususnya petani, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis, kegiatan ini juga membangun kesadaran kolektif bahwa pencegahan karhutla adalah tanggung jawab bersama. Edukasi kepada masyarakat, kesiapan tim, hingga koordinasi lintas pihak menjadi fondasi penting dalam menghadapi musim kemarau. “Persiapan matang adalah kunci. Kita tidak boleh lengah menghadapi situasi musim panas mendatang. Ketika semua pihak siap dan bergerak bersama, risiko dapat ditekan,” jelas Manajer PT Bumipermai Lestari, Yandris Dima Kanatalo.

Melalui inisiatif, PT Bumipermai Lestari menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan. Dengan kesiapan yang lebih matang dan kolaborasi yang terbangun, perusahaan berupaya menjaga lingkungan tetap aman serta memastikan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan.@

Rel/bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top