IHSG Tertekan ke Level 6.900, Saham Tambang Bersinar di Tengah Aksi Jual Investor

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pergerakan pasar saham domestik masih dibayangi tekanan jual pada awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (11/5/2026) turun 0,92% dan berakhir di posisi 6.905,62. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak di rentang 6.846 hingga 7.001.

Pelemahan IHSG terutama dipicu aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan teknologi. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi salah satu penekan utama setelah turun lebih dari 8%. Tekanan juga terjadi pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN), PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA), hingga PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK).

Di sisi lain, saham berbasis komoditas dan pertambangan justru mencatat kinerja positif. PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) memimpin penguatan setelah melonjak lebih dari 11%, diikuti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Penguatan sektor tambang dinilai sejalan dengan meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek harga mineral global serta sentimen permintaan kendaraan listrik.

Tim riset MNC Sekuritas menilai IHSG masih memiliki risiko koreksi lanjutan pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak pada area support 6.838 hingga 6.745. Sementara itu, level resistance diproyeksikan berada di kisaran 7.069 sampai 7.207.

Analis MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT Petrosea Tbk. (PTRO). Adapun saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dinilai menarik untuk strategi trading buy jangka pendek.

Sementara itu, analis pasar modal dari CNBC Indonesia menilai tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi sikap investor yang masih cenderung berhati-hati terhadap arah suku bunga global dan pergerakan nilai tukar rupiah. Senada dengan itu, laporan Kontan menyebut sektor komoditas masih menjadi penopang utama pasar di tengah meningkatnya volatilitas saham teknologi dan perbankan. (Sn)

Scroll to Top