Musim Haji 2026 Dorong Penguatan Riyal, Jamaah Diminta Waspadai Kurs

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap riyal Arab Saudi menunjukkan pergerakan yang fluktuatif menjelang puncak musim haji 1447 Hijriah/2026. Meningkatnya kebutuhan penukaran mata uang oleh calon jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan riyal dalam beberapa hari terakhir.

Mengacu pada kurs referensi JISDOR Bank Indonesia yang dirilis pada 6 Mei 2026, nilai tukar riyal berada di kisaran Rp4.638 per SAR. Sementara itu, data Saudi Central Bank pada Kamis (7/5/2026) menunjukkan kurs riyal mencapai sekitar Rp4.761,90. Perbedaan nilai tersebut dipengaruhi mekanisme pasar, kebijakan masing-masing lembaga, serta biaya transaksi di tiap negara.

Kondisi ini membuat calon jemaah haji perlu lebih cermat menentukan waktu penukaran valuta asing agar kebutuhan biaya selama berada di Arab Saudi dapat terpenuhi secara optimal. Selain menggunakan acuan kurs dari Bank Indonesia dan otoritas moneter Arab Saudi, masyarakat juga disarankan membandingkan harga jual dan beli riyal di sejumlah bank nasional maupun layanan penukaran resmi.

Kementerian Agama mencatat hingga 6 Mei 2026 sebanyak 103.690 jemaah Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari total tersebut, sekitar 100 ribu lebih sudah tiba di Madinah dan puluhan ribu lainnya melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.

Sejumlah media ekonomi nasional seperti CNBC Indonesia dan Bisnis Indonesia juga menyoroti meningkatnya permintaan riyal menjelang musim haji yang berdampak pada pergerakan nilai tukar di pasar domestik. Selain faktor musiman, pelemahan dan penguatan rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga riyal di Indonesia karena mata uang Arab Saudi tersebut dipatok terhadap dolar Amerika Serikat. (Sn)

Scroll to Top