Jakarta|EGINDO.co Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (6/5/2026) di zona hijau setelah naik 0,50% atau 35,36 poin ke posisi 7.092,46. Penguatan ini didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor konsumer, petrokimia, hingga teknologi digital. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terpantau cukup aktif dengan mayoritas saham bergerak menguat.
Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menjadi motor utama penguatan indeks setelah melesat lebih dari 10% ke level Rp1.805 per saham. Selain itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut menguat hampir 5% menjadi Rp6.375, sedangkan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 2,50% ke Rp203.200 per saham. Penguatan juga terjadi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang naik 1,90% menjadi Rp4.820.
Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG datang dari pelemahan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang turun 3,38% ke Rp5.000 per saham serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang terkoreksi 2,30% menjadi Rp3.830. Meski demikian, kenaikan saham-saham unggulan lainnya mampu menjaga laju indeks tetap positif hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sebanyak 341 saham ditutup menguat, 290 saham melemah, dan 186 saham bergerak stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.728 triliun, mencerminkan optimisme investor terhadap pasar saham domestik di tengah sentimen global yang masih berfluktuasi.
Sementara itu, media finansial seperti Bloomberg melaporkan bahwa penguatan pasar saham Asia turut dipengaruhi ekspektasi pelonggaran kebijakan suku bunga global yang mulai membaik. Di dalam negeri, CNBC Indonesia juga menyoroti meningkatnya minat investor terhadap saham-saham defensif dan berbasis teknologi yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan positif pada kuartal II/2026.
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut secara teknikal IHSG telah menembus level resistance psikologis 7.100. Kondisi tersebut didukung indikator MACD dan stochastic RSI yang menunjukkan sinyal penguatan lanjutan. Dengan kombinasi sentimen teknikal dan aliran dana investor ke saham big caps, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan menuju level 7.125 dalam waktu dekat. (Sn)