Jakarta|EGINDO.co Pemerintah tengah merancang perubahan besar dalam tata kelola sektor pertambangan nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah sedang mengkaji pola baru pembagian hasil pengelolaan tambang dengan pendekatan serupa industri minyak dan gas bumi (migas).
Skema yang dibahas mencakup pola seperti cost recovery maupun gross split yang selama ini diterapkan di sektor migas. Langkah tersebut diproyeksikan menjadi instrumen baru untuk memperbesar penerimaan negara dari pengelolaan sumber daya mineral.
Menurut Bahlil, arah kebijakan itu sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Karena itu, pemerintah menilai negara perlu memperoleh porsi manfaat yang lebih optimal dari aktivitas pertambangan.
“Kalau itu maknanya, maka tata kelola dan benefit yang didapatkan itu harus mengedepankan kepentingan negara yang lebih banyak. Formulasinya seperti apa, kita lagi melakukan exercise,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah masih membuka ruang bagi keterlibatan swasta dalam pengelolaan tambang melalui sistem konsesi. Namun, ke depan akan disiapkan mekanisme tambahan agar pembagian keuntungan antara negara dan pengelola menjadi lebih proporsional dengan porsi negara yang lebih besar.
Rencana reformasi tersebut mendapat perhatian pelaku industri karena dinilai dapat mengubah struktur bisnis pertambangan nasional, terutama terkait perhitungan pendapatan perusahaan dan kewajiban kepada negara. Sejumlah ekonom menilai kebijakan itu berpotensi meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP), meski implementasinya perlu menjaga kepastian investasi agar tidak menekan minat investor di sektor tambang.
Media seperti Bloomberg dan Reuters sebelumnya juga menyoroti upaya pemerintah Indonesia memperkuat kontrol negara terhadap sektor sumber daya alam di tengah dorongan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri mineral domestik. (Sn)