Laporan: Ir. Fadmin Malau
SEDIKITNYA seluas 8.000 hektar akan ditanami Pohon Balsa dengan sistem tumpangsari pangan di Provinsi Lampung. Investasi penanaman Pohon Kayu Balsa dengan metode tumpangsari dengan tanaman pangan. Menurut Direktur Serayu Group Hasan Tjoa bahwa penanaman Pohon Kayu Balsa yang terbesar di dunia dengan metode tumpangsari Padi Gogo sangat baik dan bukan saja sangat baik dari segi tanaman akan tetapi juga sangat sejalan dengan program Pemerintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dimana dalam pelaksanaan program ketahanan Pangan Nasional untuk kemakmuran dan kesejahteraan Rakyat di seluruh Indonesia.
Hasan Tjoa menilai dari hasil survei lahan sudah dinyatakan sangat layak dan cocok untuk penanaman Pohon Kayu Balsa dan segera akan dilaksanakan dengan mengurus legalitas lahan kepada Badan Pertanahan, Pemkap Tulang Bawang.

Ditegaskan Hasan Tjoa bila hal itu terwujud maka kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Lampung itu diperkirakan roda perekonomiannya akan bergerak dan bila roda perekonomian daerah itu bergerak maka semua nantinya dapat meningkat, terutama meningkatnya mensejahteraan rakyat di Provinsi Lampung.
PT Serayu Group sebagai pendamping pemodal (investor) dari China maka untuk itu dilakukan survei lahan seluas 8.000 hektar untuk menanam tanam Pohon Kayu Balsa. Penanaman Pohon Balsa itu berlokasi di Provinsi Lampung. Dalam merealisasikan penanaman Pohon Balsa itu dilakukan peninjauan lapangan oleh Direktur utama (Dirut) PT Serayu Group Hasan Tjoa untuk melihat lahan yang akan dijadikan lahan penanaman Pohon Balsa di Provinsi Lampung itu.
Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa didampingi tim Humas PT Serayu Group Ikhsan dari Jakarta menuju Provinsi Lampung. Peninjauan itu menjadi sangat penting dilakukan guna memastikan ketersediaan lahan untuk penanaman Pohon Balsa dengan metode tumpang sari pangan. Peninjauan ketersediaan lahan dan sekaligus survai dilakukan untuk memastikan kecocokan lahan bagi penanaman Pohon Balsa yang juga dilakukan penanaman tanaman sela atau tumpang sari dengan tanaman pangan dan palawija.

Hasan Tjoa bersama tim dari Jakarta menunju Desa Gedung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa didampingi General Manager atau GMPT Serayu Group Benediktus Dwi Arianto dan tim humas PT Serayu Group Iksan.
Peninjau dimulai dari Jakarta selama 4 hari yang dimulai sejak hari Rabu 22 April 2026 hingga hari Sabtu 25 April 2026. Adapun kunjungan melaksanakan kegiatan kunjungan kerja ke Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dalam rangka memenuhi undangan kehormatan sebagai pendamping pengusaha sukses berdomisili di Kota Bandar Lampung, yakni Rudi dan Mr. Wu selaku investor dari pihak negara China yang telah siap berinvestasi dengan melakukan survei area lahan tidur atau lahan terlantar yang bisa dimanfaatkan seluas 8.000 hektar.
Diinformasikan bahwa lahan seluas 8.000 hektar itu merupakan lahan tidur selama ini berlokasi di Desa Gedung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Rencananya di atas lahan tidur itu nantinya akan ditanami dengan Pohon Kayu Balsa yang mana bahwa Pohon Balsa merupakan pohon yang cepat pertumbuhannya.
Pohon Balsa pertumbuhannya dalam waktu lebih kurang 2 tahun sudah bisa dipanen dengan menghasilkan kayu sebagai bahan baku kayu yang berkualitas tinggi. Hebatnya, Pohon Balsa ditanam dengan metode tumpangsari pangan sehingga tidak hanya menghasilkan kayu Balsa akan tetapi juga menghasilkan pangan.
Penanaman Pohon Balsa menurut Hasan Tjoa dengan system tumpangsari telah terbukti berhasil dimana dilakukan penanaman Pohon Balsa dengan tanaman tumpangsari tanaman pangan jenis Padi Gogo dan juga dengan tanaman Jagung berkualitas super. Faktanya tanaman tumpangsari dengan tanaman Jagung berkualitas super yang telah dikembangkan oleh pengusaha dari Kota Bandar Lampung yakni Rudi, bahwa dalam 1 hektar tanaman Jagung berkualitas super dapat menghasilkan 12 ton hingga 15 ton jagung yang berkualitas super.
Dalam kunjungan kerjanya Dirut Serayu Group didampingi dalam survei area lahan tidur di Desa Gedung Tapa, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung yakni mantan Kepala Desa Ahmad Rifai dan Notaris Kabupaten Tulang Bawang, Rio Handoko, SH, MKN, beserta sejumlah tokoh masyarakat Desa Gedung Tapa.
Direktur utama PT Serayu Group Hasan Tjoa dari Provinsi Lampung mengatakan kunjungannya diundang oleh investor Rudi dan Mister Wu dari China untuk mensurvei area di Desa Gunung Papak, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
“Menurut hemat saya kondisi lahan cukup bagus sekali dan sangat sayang apa bila terlantar atau tidak produktif dalam waktu cukup lama. Untuk penanaman Pohon Kayu Barsa di area tersebut cukup bagus. Jadi investor sudah oke setelah melihat lahan maka tinggal legalitas masalah tanah dituntaskan maka Serayu Group nanti selaku pendamping investor untuk penanaman Pohon Kayu Balsa dengan metode tumpangsari pangan yakni nanti bisa kita lakukan dengan penanaman awal Jagung super dan Padi Gogo serta tanaman palawija,” kata Hasan Tjoa kepada EGINDO.com
Dinilainya dari hasil kunjungan ke lapangan terlihat arealnya cukup bagus dan sesuai dengan program dari Serayu Group yang nantinya mendampingi investor dari China. “Kalau seandainya ini bisa terealisasi tentunya akan membantu program pemerintah Indonesia yaitu ekonomi hijau, ekonomi rakyat,” kata Hasan Tjoa optimis.
Ditambahkannya dengan kehadiran investor dalam penanaman Pohon Kayu Balsa dan terealisasi maka tentu nantinya iklim, kondisi lingkungan hidup akan lebih bagus. Penanaman Pohon Kayu Balsa juga nantinya untuk mengatasi pemanasan bumi.
“Pada sisi lain disamping membuat lingkungan hidup menjadi baik juga tentunya akan mengangkat taraf hidup masyarakat di desa ini khususnya untuk pada bidang ketahanan pangan sebab program ini juga akan mewujudkan program Indonesia memasuki 100 tahun pada tahun 2045 yakni Indonesia emas. Tentunya kita akan menjadi swasembada pangan di dunia,” kata Hasan Tjoa menegaskan.

Sementara itu Notaris Kabupaten Tulang Bawang, Rio Handoko, SH, MKN yang ikut dalam kunjungan bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Gedung Tapa mengapresiasi program penanaman Pohon Kayu Balsa tersebut dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran PT Serayu Group bersama investor dari China.
Rio Handoko, SH, MKN mengakui selaku koordinator dari para pemilik lahan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Hasan Tjoa bersama investor dari China. “Besar harapan kami apa bila ini proyek berlanjut dan bisa dieksekusi maka itu pasti bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tulang Bawang khususnya wilayah Desa Gedung Tapa. Jadi besar harapan kami proyek ini bisa berjalan memberikan manfaat untuk penduduk setempat, untuk kelestarian lingkungan hidup dan sebagainya. Pendapatan masyarakat insyaallah akan naik, untuk itu kami mengucapkan terimakasih,” kata Rio Handoko yakin.
Dinilainya program yang dilakukan PT. Serayu Group sangat bagus sekali dimana lahan selama ini tidak produktif, menjadi lahan tidur kini akan ditanam dengan tanaman Pohon Kayu Balsa dimana dijelaskan bahwa tanaman Pohon Kayu Balsa cukup bagus dan dalam masa tanam dua tahun sudah bisa panen dan diantara tanaman Pohon Balsa nanti akan ditanam tanaman pangan dengan system tumpangsari yang mana nantinya juga menjadi keuntungan bagi masyarakat dan untuk ketersediaan pangan.@
***