Jakarta|EGINDO.co Pemerintah memastikan akan memperhatikan dan menindaklanjuti berbagai tuntutan yang disuarakan kalangan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar Jumat (1/5/2026). Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan Presiden Prabowo Subianto siap merespons aspirasi para pekerja yang disampaikan melalui aksi damai tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Dudung kepada awak media usai menghadiri Kongres ke-VI Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurut Dudung, pemerintah sejak awal membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk kelompok buruh, untuk menyampaikan pendapat dan masukan terkait berbagai kebijakan nasional. Ia menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi yang harus dijaga bersama.
Meski demikian, Dudung mengingatkan agar aksi peringatan May Day tetap berlangsung tertib, aman, dan mengedepankan semangat persatuan. Ia mengimbau seluruh peserta aksi untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Semua elemen bangsa harus tetap solid dan menjaga persatuan di tengah berbagai isu provokatif yang berkembang,” ujar Dudung.
Ia juga berharap peringatan Hari Buruh tahun ini dapat menjadi momentum memperkuat komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha demi menciptakan hubungan industrial yang harmonis.
Sejumlah organisasi buruh sebelumnya dikabarkan akan menggelar aksi di beberapa titik, termasuk di kawasan ibu kota, dengan membawa berbagai tuntutan mulai dari peningkatan kesejahteraan pekerja hingga perlindungan hak-hak buruh. (Sn)