Beijing | EGINDO.co – Produsen baterai asal Tiongkok, CATL, telah menandatangani kesepakatan besar pertama untuk baterai ion natrium, teknologi baru yang menjanjikan alternatif yang lebih murah dan lebih aman dibandingkan baterai ion litium yang banyak digunakan.
CATL akan mengirimkan 60 gigawatt-jam (GWh) baterai tersebut kepada produsen sistem penyimpanan energi Beijing HyperStrong Technology selama tiga tahun, menurut pernyataan di akun WeChat CATL pada Senin malam yang tidak menyebutkan berapa nilai kesepakatan tersebut.
CATL tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari nilai kesepakatan tersebut.
“Kolaborasi ini menandakan bahwa CATL telah berhasil mengatasi kesulitan produksi baterai ion natrium di seluruh rantai industri dan memiliki kemampuan untuk pengiriman skala besar,” kata pernyataan itu.
CATL mengatakan telah meningkatkan kepadatan energi baterai ion natriumnya dan juga telah menyelesaikan beberapa masalah produksi, seperti pengendalian kelembaban.
Baterai ion natrium dapat menawarkan peningkatan keamanan dibandingkan baterai ion litium, beberapa penelitian menunjukkan, sambil menggunakan bahan baku yang tersedia secara luas yang harganya kurang fluktuatif daripada litium, teknologi utama saat ini.
CATL adalah produsen sel baterai terkemuka di dunia untuk penyimpanan energi, menurut peringkat tahun 2025 oleh perusahaan konsultan InfoLink. Teknologi ini mengalami peningkatan permintaan karena kebutuhan untuk mendukung energi terbarukan yang bersifat intermiten dan memastikan aliran listrik tetap lancar ke pusat data.
Sumber : CNA/SL