Operasi Terhenti! Kuota Habis, Tambang Nikel Weda Bay Setop Mulai Mei 2026

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Operasi tambang nikel milik PT Weda Bay Nickel (WBN) di Halmahera Tengah, Maluku Utara, diproyeksikan akan dihentikan sementara mulai pertengahan Mei 2026. Kebijakan ini diambil seiring dengan hampir terpenuhinya kuota produksi tahunan yang ditetapkan pemerintah melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 12 juta wet metric ton (Mwmt).

Selasa, 28 April 2026, induk perusahaan Eramet menyampaikan bahwa realisasi produksi telah mendekati batas yang diizinkan. Oleh karena itu, perseroan bersiap memasuki fase care and maintenance sambil menunggu persetujuan revisi kuota dari pemerintah. Selama periode tersebut, aktivitas penambangan dan penjualan bijih nikel akan dihentikan sementara.

Penghentian ini diperkirakan berdampak pada pasokan bahan baku ke Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), yang merupakan konsumen utama bijih nikel WBN. Meski demikian, kegiatan di sektor hilir seperti pabrik nickel pig iron (NPI) tetap berjalan dengan mengandalkan stok bijih yang tersedia.

Dari sisi regulasi, kuota produksi WBN pada 2026 mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, perusahaan sempat memperoleh izin hingga 42 Mwmt setelah revisi, sementara pada tahun ini hanya sebesar 12 Mwmt. Penyesuaian ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mengendalikan pasokan demi menjaga keseimbangan harga nikel global.

Sementara itu, kinerja penjualan WBN pada awal tahun menunjukkan tren positif. Sepanjang kuartal I/2026, penjualan eksternal bijih nikel mencapai 8,3 Mwmt, meningkat sekitar 54% secara tahunan. Tingginya permintaan pasar serta terbatasnya pasokan domestik menjadi pendorong utama kenaikan tersebut, meski di sisi lain turut mempercepat habisnya kuota produksi.

Saat ini, manajemen WBN tengah mengajukan revisi RKAB guna memperoleh tambahan kuota produksi. Perseroan berharap langkah ini dapat mendukung kelangsungan operasional tambang serta memenuhi tingginya kebutuhan bijih nikel, khususnya dari kawasan industri IWIP. (Sn)

 

Scroll to Top