Singapura | EGINDO.co – Para menteri dan perwakilan energi ASEAN pada hari Senin (27 April) mengatakan tindakan terkoordinasi yang mendesak diperlukan untuk menjaga keamanan energi regional di tengah ketegangan di Timur Tengah.
Pada Pertemuan Khusus Menteri Energi ASEAN secara virtual, blok regional tersebut sepakat untuk menjaga keamanan energi regional melalui penguatan kerja sama, respons kebijakan yang tepat waktu, dan keterlibatan dengan mitra dialog.
Banyak negara di Asia Tenggara telah merasakan tekanan krisis energi yang dipicu oleh penutupan Selat Hormuz di tengah perang Iran, karena pemerintah berupaya untuk menjatah pasokan energi dan mendiversifikasi sumber energi.
Dalam pernyataan bersama, para menteri ASEAN menekankan bahwa gangguan pada jalur transit energi utama dapat memiliki implikasi yang luas pada rantai pasokan minyak global, terutama bagi ASEAN sebagai kawasan pengimpor energi bersih.
Para menteri juga membahas potensi dampak perkembangan di Timur Tengah terhadap pasar minyak dan gas global, termasuk volatilitas harga dan ketidakpastian pasokan.
“Kami mencatat bahwa meningkatnya permintaan energi ASEAN dapat meningkatkan kerentanan terhadap guncangan semacam itu dan menggarisbawahi bahwa pasokan energi yang stabil, mudah diakses, andal, dan terjangkau tetap fundamental bagi keamanan energi regional,” kata mereka dalam pernyataan bersama.
Mereka menyoroti pentingnya menjaga jalur laut yang aman dan terbuka untuk memastikan kelancaran aliran pasokan energi.
Para menteri juga menekankan perlunya memperkuat mekanisme kesiapan dan respons regional, termasuk pengoperasian Kerangka Kerja ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi.
Meningkatkan ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi, mempercepat penerapan energi terbarukan, dan mengeksplorasi teknologi baru juga menjadi fokus utama diskusi.
Para menteri menegaskan kembali komitmen mereka untuk meningkatkan kerja sama regional, termasuk perdagangan listrik multilateral dan Jaringan Listrik ASEAN.
Menteri Negara Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Siow Huang, juga menegaskan kembali komitmen Singapura terhadap upaya kolektif ASEAN.
Situasi di Timur Tengah menekankan pentingnya kerja sama regional dalam memperkuat dan meningkatkan ketahanan energi, kata Gan.
“Singapura akan terus bekerja sama erat dengan negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kesiapan, mendiversifikasi sumber energi, dan memajukan integrasi energi regional.
“Bersama-sama, kita akan bekerja untuk menjaga keamanan energi dan stabilitas ekonomi kawasan di masa-masa sulit ini,” katanya.
Pada pertemuan tersebut, para menteri juga mengakui bahwa perkembangan di Timur Tengah secara luas dapat memengaruhi sistem pangan, transportasi, logistik, dan kegiatan ekonomi.
Mereka menekankan pentingnya menjaga arus perdagangan dan investasi yang tidak terhambat, menjaga infrastruktur perdagangan penting tetap terbuka, dan menahan diri dari pembatasan perdagangan yang tidak beralasan.
Sumber : CNA/SL