Jakarta | EGINDO.com – Asia Pulp and Paper (APP) group memberdayakan masyarakat sekitar perusahaan, mengubah sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan. Sampah diproses 3R yakni Reduce (Kurangi), Reuse (Gunakan Kembali), dan Recycle (Daur Ulang).
Melalui 3R sampah yang dinilai “limbah” diubah menjadi sesuatu lebih menguntungkan dengan menciptakan peluang bisnis. Hal itu telah terbukti dan APP group memotivasi dan memberdayakan masyarakat untuk mengubah limbah, sampah menjadi sesuatu yang menguntungkan, menjadi peluang bisnis.
Selama ini pelepah lontar dinilai limbah, sampah akan tetapi kini dari pelepah lontar menjadi piring. Lenirawati Susila Fitri, pemilik usaha kerajinan tangan “Pirlisae”, memperoleh penghasilan yang menguntungkan dengan mengumpulkan pelepah lontar bekas dan mengubahnya menjadi piring dan kerajinan tangan.
Lenirawati menemukan minatnya dalam membuat piring dari pelepah lontar melalui kursus singkat dan memperoleh keterampilan maka sejak itu, dia telah mengembangkan usahanya sendiri.
Ceritanya pada tahun 2023 lalu, Lenirawati mengembangkan usahanya setelah mengikuti program Inkubasi Bisnis APP group, dimana dia memperoleh pengetahuan dan wawasan tentang cara mengembangkan usahanya. Sejak saat itu, usahanya telah menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi keluarganya.

Lenirawati kini menghasilkan sekitar Rp3-4 juta (US$200-260) per bulan. Menurut perkiraan Lenirawati apa yang dilakukannya sangat menguntungkan bagi dirinya dan keluarganya, mengingat rendahnya harga bahan baku yang dibutuhkan untuk kerajinan tersebut. “Lempengnya dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 (US$0,35-0,70) per karung,” ujarnya.
Memang lempengnya kebanyakan dibuang sebagai sampah dan Lenirawati mengolahnya menjadi bernilai ekonomi. Produk-produk unik itu populer di kalangan reseller yang memiliki pembeli di seluruh Indonesia, dan keahlian Lenirawati sangat diminati karena ia diminta untuk menunjukkan keahliannya di kelas seni dan kerajinan di sekolah setempat.
Ternyata bukan hanya Lenirawati bukan satu-satunya, ada Mariana, pendiri Liberina, sebuah usaha kecil yang berspesialisasi dalam membuat camilan dan kue lezat, secara kreatif memanfaatkan kembali ampas kopi.
Liberina menggabungkan ampas kopi menjadi dodol, memperkenalkan suguhan unik dan inovatif kepada pelanggannya. Terinspirasi dari resep dodol ibunya, permen tradisional dari aren, Mariana memulai perjalanan kulinernya untuk menuangkan kekayaan cita rasa daerahnya ke dalam kreasinya, termasuk nanas, aren, dan kopi.
Kemudian secara khusus, Liberina memutuskan untuk memberikan penekanan khusus pada keunikan kopi. Berbekal ambisi, dia bergabung dengan Program Inkubasi Bisnis APP groub untuk memamerkan produk-produknya.
Kini dodol buatannya memulai debutnya di toko-toko suvenir dan bazar universitas, dan penambahan kopi Liberika yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dalam dodol tradisional membuatnya memiliki banyak pengikut setia.
Akhirnya kini Lenirawati dan Mariana adalah penggerak perubahan di bidang pengelolaan sampah, dan kisah mereka menjadi bukti kekuatan inovasi dan kewirausahaan dalam mendorong perubahan positif. Dengan dedikasi dan kreativitas yang tak tergoyahkan, mereka tidak hanya mengubah sampah menjadi komoditas berharga, tetapi juga mendorong orang lain untuk memiliki perspektif berbeda tentang sampah.@
Bs/fd/timEGINDO.com