Dian Swastatika Sentosa Tbk Lirik Peluang dari Proyek PLN, Kembangkan Bisnis Panel Surya

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (Foto dok: DSSA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (Foto dok: DSSA)

Jakarta | EGINDO.com – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melirik peluang dari proyek PLN dengan menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan lini bisnis panel surya. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sedang gencar dibangun oleh PT PLN (Persero).

Wakil Presiden Direktur Dian Swastatika Sentosa, Lokita Prasetya menilai peluang strategis untuk memperkuat posisi DSSA dalam peta jalan dekarbonisasi dan infrastruktur energi masa depan dimana PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) yang merupakan produsen sel dan modul surya terintegrasi.

TMAI merupakan perusahaan patungan atau joint venture antara PT Daya Sukses Makmur Selaras selaku anak usaha DSSA, Trina Solar Co. Ltd, serta PT PLN Indonesia Power Renewables. TMAI memiliki pabrik sel dan modul surya terintegrasi dengan nilai investasi lebih dari Rp 1,5 triliun. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah ini telah resmi beroperasi pada Juni 2025. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sebesar 1 GW per tahun, yang setara dengan produksi sekitar 1,4 juta lembar panel surya per tahun. Produk yang dihasilkan menggunakan teknologi i-TOPCon (N-type) dengan efisiensi tinggi mencapai lebih dari 23% dan daya output hingga 720 watt-peak per unit.

Sementara itu pada semester I-2026, PLN menyiapkan 21 proyek PLTS dan PLTS + Battery Energy Storage System (BESS). Proyek ini tersebar di tujuh provinsi dengan total kapasitas mencapai 513 Megawatt Peak (MWp), yang ditargetkan bisa beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2026 – 2029.

PLTS dan BESS juga menjadi andalan PLN untuk menjalankan program penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) atau dedieselisasi. PLN bakal mengganti 2.396 unit PLTD di 741 lokasi. PLN memproyeksikan kebutuhan PLTS sebesar 3,21 Gigawatt Peak (GWp) untuk mengeksekusi program dedieselisasi.

Menurut Lokita Prasetya, target jangka pendek TMAI adalah fokus pada optimalisasi operasional pabrik di KEK Kendal guna memastikan kapasitas produksi 1 GW per tahun terserap secara maksimal oleh berbagai proyek nasional. Dalam jangka panjang, TMAI telah menyusun rencana pengembangan bisnis secara vertikal melalui penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir.

Lokita yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur TMAI menambahkan, strategi penjualan saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pasar domestik, dengan menyasar sektor utilitas melalui penyediaan modul surya untuk proyek-proyek strategis PLN. Selain itu, DSSA juga melirik segmen pelanggan dari sektor komersial dan industri yang mengadopsi penggunaan PLTS Atap untuk kebutuhan di lokasi operasionalnya.

Dirincikannya mengenai kontrak kerja sama atau kontribusi TMAI dalam proyek PLTS yang digagas oleh PLN. Begitu pun mengenai peluang lelang pengadaan panel surya yang akan diikuti oleh TMAI. Lokita menegaskan bahwa TMAI secara aktif menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis serta memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, termasuk PLN.

Selain melalui TMAI, DSSA juga menggarap bisnis energi surya lewat PT Daya Mas Agra Sejahtera yang menawarkan sistem tenaga surya atap (rooftop solar PV) untuk sektor industri dan komersial. Dilini bisnis energi baru & terbarukan (EBT) lainnya, DSSA mengembangan panas bumi.@

Bs/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top