Presiden Xi Jinping Serukan Selat Hormuz Tetap Terbuka

Presiden Xi Jinping
Presiden Xi Jinping

Beijing | EGINDO.co – Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran normal melalui Selat Hormuz tetap dipertahankan, dalam percakapan telepon pada hari Senin (20 April) dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang diadakan saat Beijing meningkatkan upaya untuk membantu mengakhiri perang Iran.

Tiongkok prihatin atas ketidakstabilan yang kembali terjadi di sekitar jalur perairan strategis tersebut, karena gencatan senjata AS-Iran kembali tertekan setelah AS menyita kapal kargo Iran dan Teheran memberi sinyal bahwa mereka tidak akan bergabung dalam pembicaraan perdamaian baru untuk saat ini.

Tiongkok adalah pembeli utama minyak mentah Iran. Iran sebagian besar telah menutup selat tersebut untuk kapal selain kapalnya sendiri sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang pada bulan Februari, sementara Washington telah memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran sejak pekan lalu.

Tiongkok menganjurkan gencatan senjata segera dan komprehensif, dan bersikeras untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah melalui jalur politik dan diplomatik, demikian kata Xi seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua.

“Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk lalu lintas normal, karena ini melayani kepentingan bersama negara-negara regional dan komunitas internasional,” katanya kepada pemimpin Saudi.

Kekhawatiran meningkat atas kelangsungan gencatan senjata antara Washington dan Teheran setelah penyitaan kapal Iran oleh AS. Trump sebelumnya memuji Beijing karena membantu membawa Iran ke negosiasi sebelumnya dengan AS di Pakistan.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Senin menyatakan keprihatinan atas “pencegatan paksa” oleh AS terhadap kapal Iran, sambil mendesak pihak-pihak terkait untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata.

Panggilan Xi kepada putra mahkota Saudi menyusul pertemuan di Beijing pekan lalu dengan putra mahkota Abu Dhabi, ketika Xi mendesak kepatuhan terhadap hukum internasional.

Xi juga mengatakan kepada putra mahkota Saudi bahwa Tiongkok mendukung negara-negara di Timur Tengah dalam “mengambil masa depan dan takdir mereka sendiri, dan mempromosikan stabilitas dan perdamaian regional jangka panjang”.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top