Jakarta|EGINDO.co Pertemuan ke-13 Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) yang digelar di Manila, Filipina, pada 10 April 2026 menghasilkan sejumlah kesepakatan penting guna memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi kawasan.
Dalam forum tersebut, para pemangku kebijakan menekankan urgensi peningkatan kerja sama regional, terutama dalam pengembangan keuangan berkelanjutan, pembiayaan risiko bencana, penyelarasan regulasi, serta akselerasi inovasi di sektor keuangan digital. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan inklusif.
Mengacu pada pernyataan resmi ASEAN 2026 yang diterima di Jakarta pada Senin (20/4/2026), para menteri keuangan dan gubernur bank sentral juga kembali menegaskan bahwa fundamental ekonomi kawasan tetap solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian global yang semakin meningkat. Penegasan ini mencerminkan optimisme sekaligus kewaspadaan ASEAN dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia.
Di tengah meningkatnya tensi geopolitik, ASEAN menilai solidaritas antarnegara anggota menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas kawasan. Sejumlah risiko yang menjadi perhatian meliputi volatilitas arus modal, dampak perubahan iklim, hingga potensi fragmentasi geoekonomi.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan tersebut menyepakati langkah konkret berupa pendalaman pasar modal, penguatan konektivitas sistem pembayaran lintas negara, serta peningkatan kesehatan keuangan masyarakat. Kesepakatan ini sejalan dengan implementasi Rencana Sektoral Keuangan ASEAN 2026–2030 dan Rencana Aksi Forum Pasar Modal ASEAN (ACMF) 2026–2028, termasuk penyelesaian aspek teknis dalam Taksonomi ASEAN.
Selain itu, keterlibatan sektor swasta turut didorong lebih luas, khususnya dalam pembiayaan infrastruktur, inovasi digital, serta pengembangan keuangan berkelanjutan. Dukungan juga datang dari Asian Development Bank yang mengusulkan pembentukan fasilitas pendanaan khusus bagi ASEAN senilai US$30 miliar untuk periode 2026–2030.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi agenda keuangan kawasan sekaligus mendukung pencapaian Visi Komunitas ASEAN 2045 yang menargetkan kawasan yang tangguh, inovatif, dinamis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Sn)