Rupiah Tertekan! Kurs BI 17 April 2026 Sentuh Rp17.227 per Dolar AS

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan. Berdasarkan kurs transaksi yang dirilis Bank Indonesia pada Jumat, 17 April 2026, posisi dolar AS tercatat di level Rp17.227,71 untuk jual dan Rp17.056,29 untuk beli.

Pergerakan ini menunjukkan rupiah masih bertahan di kisaran lemah setelah dalam beberapa hari terakhir bergerak di level Rp17.000-an. Tren tersebut mencerminkan tekanan eksternal yang belum mereda, terutama dari penguatan dolar AS di pasar global.

Sejumlah faktor menjadi pemicu, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Kondisi ini membuat aliran modal global cenderung kembali ke aset berbasis dolar AS.

Media ekonomi seperti Kontan melaporkan bahwa tren pelemahan rupiah sudah terlihat sejak awal April 2026, dengan pergerakan kurs BI yang konsisten berada di atas Rp17.000 per dolar AS. Sementara itu, Liputan6 juga mencatat tekanan terhadap rupiah dipengaruhi sentimen global, termasuk konflik kawasan dan sikap pelaku pasar yang cenderung menunggu arah kebijakan moneter global.

Di sisi lain, Bank Indonesia tetap mengedepankan langkah stabilisasi melalui kebijakan moneter yang terukur. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan nilai tukar sekaligus mengendalikan inflasi domestik.

Dengan kondisi saat ini, pelaku pasar diperkirakan masih akan bersikap hati-hati. Arah pergerakan rupiah ke depan sangat bergantung pada dinamika global serta respons kebijakan dari otoritas moneter, baik di dalam negeri maupun internasional. (Sn)

Scroll to Top