Jakarta|EGINDO.co Indeks Bisnis-27 memulai perdagangan Kamis (16/4/2026) di zona hijau dengan kenaikan 0,62% ke posisi 504,99. Pergerakan positif ini ditopang oleh mayoritas saham yang menguat, yakni 14 emiten, sementara 10 saham melemah dan 3 lainnya bergerak stagnan.
Penguatan indeks dipimpin oleh sejumlah saham unggulan seperti INKP, BUMI, INDF, dan TLKM. Kinerja positif juga terlihat pada BRPT, ASII, BBCA, serta ANTM yang turut menopang laju indeks. Di sektor perbankan, saham-saham Himbara seperti BBNI, BMRI, dan BBRI ikut mencatat kenaikan meski dalam rentang terbatas.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi beberapa emiten. Saham seperti INCO, HEAL, JPFA, hingga ADRO tercatat melemah pada awal sesi. Penurunan juga dialami MAPI, ADMR, PTBA, dan DSNG, mencerminkan masih adanya aksi ambil untung oleh investor.
Sementara itu, pergerakan IHSG diperkirakan belum keluar dari fase konsolidasi dalam jangka pendek. Pada perdagangan sebelumnya, indeks utama tersebut ditutup turun 0,68% ke level 7.623, seiring meningkatnya tekanan jual di pasar.
Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini berada dalam struktur gelombang yang masih membuka peluang penguatan lanjutan. Indeks diproyeksikan menguji area resistance di kisaran 7.786 hingga 7.843. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, dengan potensi penurunan menuju area support di rentang 7.457 hingga 7.578.
Sejumlah analis dari Bloomberg dan Reuters juga menilai bahwa pergerakan pasar saham Indonesia saat ini cenderung dipengaruhi oleh sentimen global dan dinamika arus modal asing. Fluktuasi ini membuat investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham, khususnya di tengah ketidakpastian arah pasar dalam jangka pendek. (Sn)