Jakarta | EGINDO.com – Beroperasinya pabril di Karawang, prospek saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) di tahun 2026 dinilai sangat cerah dan dipandang sebagai titik balik strategis. Berkat beroperasinya pabrik Karawang maka dampak investasi terhadap kinerja dan harga saham semakin baik.
Pasalnya INKP pada fase monetisasi dan pertumbuhan laba. Selanjutnya tahun 2026 ini diprediksi menjadi tahun pertama kontribusi maksimal dari Tahap I pabrik Karawang. Laba bersih tahun 2026 diproyeksikan melonjak menjadi sekitar US$697 juta, didorong oleh utilisasi pabrik baru yang ditargetkan mencapai 90% pada akhir tahun.
Para analis menyebutkan hal tersebut akan memicu proses deleveraging atau perbaikan struktur keuangan perusahaan. Namun, INKP melakukan efisiensi biaya produksi, pabrik baru memiliki biaya produksi 30% lebih rendah dibandingkan pabrik lama karena integrasi penuh dan penggunaan bahan bakar biomassa.
Disamping itu, Gross Profit Margin (GPM) untuk kertas industri diproyeksikan naik dari kisaran 25% menjadi 35-40%. INKP memperkuat posisinya sebagai cost leader (pemimpin biaya rendah) di industri global.
Akhirnya target harga saham dan valuasi, harga saham INKP pada April 2026 tercatat berada di level Rp9.800 – Rp9.900. Konsensus para analis memberikan rekomendasi “Sangat Beli” dengan target harga 12 bulan yang ambisius yakni rata-rata Rp13.170 dengan estimasi tertinggi: Rp14.700. Estimasi konservatif Rp10.400 – Rp11.706 dan valuasi dianggap masih murah dengan PE ratio sekitar 7,25x.
Sedangkan katalis dan risiko utama dimana untuk katalis positif adalah pengalihan fokus bisnis ke segmen kertas industri yang lebih stabil pertumbuhannya dibanding kertas tulis/budaya. Memang risiko volatilitas harga pulp global khususnya apa bila harga BHKP jatuh dibawah US$490/ton dan risiko pelemahan ekonomi global yang bisa menekan permintaan.
Berdasarkan data yang dihimpun EGINDO.com menyebutkan pada tahun 2024 INKP berhasil mencetak kenaikan laba bersih sebesar 3,12% (yoy) menjadi US$ 424,3 juta meskipun pendapatan turun 8,14% karena efisiensi beban pokok penjualan.
Pada tahun 2025 INKP berlaba bersih naik tipis menjadi US$ 453,3 juta atau setara Rp7,57 triliun. Pada periode tersebut perusahaan fokus pada manajemen utang dengan menyiapkan dana Rp4,49 triliun untuk pelunasan obligasi jatuh tempo menggunakan kas internal.
Lalu untuk tahun 2026 INKP diprediksi menjadi masa pertumbuhan agresif dengan proyeksi laba bersih melonjak hingga US$ 697 juta. Kenaikan signifikan tersebut merupakan dampak dari operasional pabrik Karawang yang meningkatkan kapasitas produksi kertas industri dan menurunkan biaya operasional secara keseluruhan.@
Bs/fd/timEGINDO.com