Pendekatan Praktis Berkelanjutan Pabrik APP Group Ubah Air Limbah Menjadi Biofuel

Dari air limbah menjadi biofuel. (Foto: dok APP Sinarmas)
Dari air limbah menjadi biofuel. (Foto: dok APP Sinarmas)

Jakarta | EGINDO.com – Pendekatan praktis berkelanjutan pabrik Asia Pulp and Paper (APP) Group mengubah air limbah menjadi biofuel. Hal itu ada di seluruh fasilitas produksi APP, perusahaan telah menerapkan berbagai upaya untuk pendekatan praktis dan berkelanjutan dalam mengelola limbah dan penggunaan energi.

Salah satunya adalah dengan mengadopsi model bioekonomi sirkular dimana APP Group berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam yang efisien dan pengurangan limbah atau dengan kata lain, menghasilkan energi dari limbah. Dalam upaya menemukan sumber energi alternatif, perusahaan telah mengembangkan unit Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mengolah air limbah melalui beberapa tahapan, meliputi proses fisika, kimia, dan biologi untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan kebutuhan oksigen kimia (CDO).

Biosludge yang dihasilkan selama proses tersebut dikeringkan untuk mengurangi kadar airnya, sehingga cocok untuk digunakan sebagai pengganti bahan bakar pada boiler perusahaan. “Biosludge ini dicampur dengan batu bara dan serpihan kayu untuk dimasukkan ke dalam boiler. Dengan cara ini, kami mengurangi penggunaan batu bara dengan menggabungkannya dengan dua jenis biomassa yang berbeda,” jelas Eman Chitalindo dalam laman resmi APP Group yang dikutip EGINDO.com pada Jum’at (10/4/2026).

Disebutkan Eman Chitalindo bahwa dengan memasukkan biosludge ke dalam bauran energi, pabrik mengurangi ketergantungannya pada batu bara, yang membantu menurunkan emisi gas rumah kaca dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih.

Terpisah, katanya di pabrik di Serang, proses lain yang memanfaatkan pencernaan anaerobik digunakan untuk mendapatkan biogas dari pengolahan air limbah. Dalam proses biosludge dipompa ke dalam tangki besar yang disebut digester, tempat bakteri anaerobik, khususnya metanogen, memecah bahan organik tanpa oksigen, melepaskan biogas. Biogas ini, yang utamanya terdiri dari metana dan karbon dioksida, dapat digunakan untuk menghasilkan listrik atau panas, yang selanjutnya mengurangi ketergantungan perusahaan pada bahan bakar fosil. “Proses pencernaan anaerobik memungkinkan kami mengubah air limbah menjadi biogas, yang kemudian menghasilkan uap untuk mendukung mesin kertas,” ujar Nova Safarinulloh di pabrik Serang.

Praktik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 7 dan 12. TPB 7 bertujuan untuk memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern bagi semua. Dengan menggunakan biosludge sebagai sumber energi terbarukan, APP mendukung penggunaan alternatif energi berkelanjutan. TPB 12 berfokus pada memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, dan model bioekonomi sirkular APP mencontohkan tujuan ini dengan meminimalkan limbah dan memaksimalkan efisiensi sumber daya.

Pendekatan terhadap pengolahan air limbah dan pemanfaatan biosludge ini merupakan contoh praktis tentang bagaimana industri dapat mengadopsi praktik berkelanjutan, dan bahwa manfaat lingkungan dan operasional dapat dicapai. Dengan mengurangi penggunaan batu bara dan mempromosikan sumber energi terbarukan, APP membuat langkah signifikan dalam mencapai TPB 7 dan 12. Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.@

App/fd/timEGINDO.com

Scroll to Top