Jakarta|EGINDO.co Penetapan jadwal libur Idul Adha 2026 yang jatuh pada akhir Mei diproyeksikan menjadi salah satu pendorong aktivitas ekonomi domestik, khususnya di sektor transportasi, pariwisata, dan konsumsi rumah tangga. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025, pemerintah menetapkan dua hari libur, yakni Rabu, 27 Mei 2026 sebagai libur nasional dan Kamis, 28 Mei 2026 sebagai cuti bersama.
Meski demikian, kepastian Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah, sehingga pelaku usaha masih mencermati potensi penyesuaian jadwal.
Sejumlah analis menilai, rangkaian hari libur pada Mei akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat. Mengacu pada data Bank Indonesia, periode libur panjang umumnya berkorelasi dengan lonjakan transaksi ritel, khususnya pada sektor makanan, transportasi, dan akomodasi. Senada dengan itu, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa momen libur nasional dan keagamaan seringkali meningkatkan mobilitas serta belanja rumah tangga.
Selain Idul Adha, terdapat sejumlah hari libur lain di bulan Mei 2026, yaitu Jumat, 1 Mei 2026 (Hari Buruh), Kamis, 14 Mei 2026 (Kenaikan Yesus Kristus), Jumat, 15 Mei 2026 (cuti bersama), serta Minggu, 31 Mei 2026 (Hari Raya Waisak).
Rangkaian tersebut menciptakan tiga periode long weekend, yakni:
- Jumat, 1 Mei – Minggu, 3 Mei 2026 (Hari Buruh dan akhir pekan)
- Kamis, 14 Mei – Minggu, 17 Mei 2026 (Kenaikan Yesus Kristus dan cuti bersama)
- Sabtu, 30 Mei – Senin, 1 Juni 2026 (Waisak dan Hari Lahir Pancasila)
Kondisi ini diperkirakan memberikan efek berganda terhadap perekonomian, terutama di sektor pariwisata, transportasi, serta UMKM. Permintaan jasa perjalanan dan akomodasi berpotensi meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar lonjakan konsumsi tidak memicu tekanan inflasi. Dengan banyaknya momen libur beruntun, Mei 2026 berpotensi menjadi periode penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal II. (Sn)