Jakarta|EGINDO.co Gempa bumi bermagnitudo 4,7 mengguncang wilayah Lembata dan Flores Timur pada Kamis (9/4/2026). Hingga pagi hari, tercatat sebanyak 48 gempa susulan yang masih terjadi di kawasan tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, episenter gempa berada sekitar 21 kilometer di tenggara Larantuka dengan kedalaman hiposenter yang tergolong dangkal, yakni sekitar 5 kilometer. Kondisi ini menyebabkan getaran cukup terasa di permukaan.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah setempat. Menurutnya, karakter gempa dangkal seperti ini cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan sesar aktif, sehingga dampaknya cukup terasa di wilayah Lembata dan Flores Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Kupang.
Guncangan gempa dilaporkan mencapai skala III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti getaran dirasakan jelas oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan sebagian warga merasakan benda-benda ringan bergoyang.
Di wilayah Adonara Timur, dilaporkan terjadi sejumlah kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Sejumlah media nasional seperti Kompas.com dan Detik.com juga melaporkan bahwa aktivitas gempa susulan masih terus dipantau oleh BMKG. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa lanjutan, namun tidak perlu panik.
BMKG juga mengingatkan warga agar menghindari bangunan yang mengalami kerusakan serta selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait guna menghindari hoaks yang beredar. (Sn)