Rupiah Tertekan di Tengah Gejolak Global, Dolar AS Tembus Rp17.177 pada 8 April 2026

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tekanan pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Berdasarkan pembaruan resmi dari Bank Indonesia, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat posisi dolar AS berada di level Rp17.177,46 untuk kurs jual dan Rp17.006,54 untuk kurs beli.

Pergerakan ini mencerminkan pelemahan rupiah yang masih dipengaruhi dinamika global, terutama penguatan dolar AS di pasar internasional serta ketidakpastian geopolitik yang memicu aliran modal keluar dari negara berkembang.

Sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah juga tidak lepas dari ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Federal Reserve diperkirakan masih mempertahankan kebijakan moneter ketat guna meredam inflasi, yang pada akhirnya mendorong permintaan terhadap dolar AS tetap kuat.

Mengutip laporan dari Bloomberg, mata uang di kawasan Asia cenderung bergerak melemah seiring meningkatnya permintaan aset safe haven. Hal ini turut diperkuat oleh sentimen global, termasuk ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis data ekonomi utama AS yang berpotensi memberi arah baru terhadap kebijakan moneter global. Kondisi ini membuat mata uang emerging markets, termasuk rupiah, berada dalam tekanan jangka pendek.

Bank Indonesia sendiri terus menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta optimalisasi instrumen moneter. Selain itu, sinergi dengan pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi domestik dinilai menjadi kunci untuk meredam volatilitas yang berlebihan.

Dengan perkembangan tersebut, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati dinamika global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam waktu dekat. (Sn)

Scroll to Top